FOLLOW @ INSTAGRAM

 photo 2_zps1mahdf3p.jpg

On My glasses

Wednesday, March 31, 2010

Tawaran terbaik,,ataukah,,,?????

          Tepatnya senin kemarin 29 maret 2010 saya memutuskan pergi kekampus buat ngurus BEASISWA yang sebenarnya tadinya saya malas untuk datang,( nitip ajah gitu,,),,tapi saya liat lagi message FB dari temen saya ternyata yah memang harus datang, kalau dilihat dari urutan penerima beasiswa itu saya berada pada gelombang ke 6 penerima beasiswa itu yang artinya tepat jam 09.30 saya baru akan dipanggil. saya pun berangkat dari kostan pukul 09.00 karena perjalanan kekampus hanya 15 menit. sesampainya dikampus rame banget,,ya iyalah gimana enggak ada 400 orang penerima beasiswa itu sedangkan saya aja urutan 296  * fiuhh. saat saya naik ke theater kampus bejibun mahasiswa udah pada disana dan ngemper di depan kelas sampai deket tangga,,*geleng-geleng,,udara jadi pengap banget. dan yang saya shocknya,saya melihat senior saya yang 2 tahun diatas saya yang berarti diya sudah semester 12 masih dapet beasiswa * terperangah gituu,,herann. 

       dan saya masuk ternyata saya bertanya sama teman saya sudah gelombang berapa,,ehh malah dya bilang " kg pake gelombang-gelombangan,minta noh sama satpam isi formulir!".. huhh,dasar orang indonesia pasti begini dah ujung-ujungnya keroyokan gak ngantri,,,saya pun mengisi itu formulir dan menunggu hingga jenggotan dipanggil nama saya buat registrasi ulang. dan teman saya bertanya sama saya tentang dosen pembimbing yang saya dapet akhirnya,,saya baru inget ternyata hari ini pengumuman dosen pembimbing itu. saya lihatlah pengumuman itu dilantai 3,dan ternyata Dosen Pembimbing 1. pak inul dan 2. opah bakri,,*wewwwww,,


           setelah saya dipanggil didetik-detik istirahat pegawai Bank registrasi beasiswa itu, teman saya "ali" pun mengajak untuk mengambil revisi Proposal Skripsi kita. dan saya dan ali pun pergi ke ruangan dosen itu. didalam saya pun mengobrol-ngobrol dengan pak inul dan datanglah Pak.BROER yang baru sampai kampus dan mereka pun mengobrol ringan tepat disebelah saya. lalu pak.inul pun melanjutkan kembali ke saya dan diya berbicara tentang revisi judul saya. dan dengan senyum-senyum males gila ngeliatnya,,pak broer pun berbicara " wah cocok banget tuh,,menarik topiknya buat saya,,sesuai,,!"*saya cuma nyengir bangga,,lalu p.broer pun melanjutkan " sama saya ajah pak pembimbingnya yang ke 2,,saya tertarik itu,saya S1 nya geologi,,bisa kan yahh digantii dosen pembimbingnya??udah sama bimbing sini kamu siti,,!!,,"
whattttttttttttttttttttt????????saya pun langsung menengok kan kepala saya mungkin dengan tampang shochk dan beloon saya yang keluar dan senyum yang garing karena ngedenger itu tawaran si bapak,,,dalam hati saya "gilaaaa,,,kacauu,,matiiiiiiiiiii,,berasa ditabrak truck nihh gw ",,dan ali serta ridwan,erik yang kebetulan ada disebelah saya pun bengong dan terperangah mendengar itu tawaran,,*pasti diotaknya bilang "mati lu sya,,gila broerr ".

saya pun cuma bisa senyum-senyum maksa berasa ditabrak truck nerima tawaran si tuh dosen,,dan dosen itu pun semakin senang dapet persetujuan dari pak inul. dan saya pun setelah selesai dari pak.inul,langsung diseret oleh pak.broer keruang kerjanya buat ngobrol tentang topik saya,,,,

     ya allahh,dipikiran saya sekarang cuma ada kata apa ini pertanda baik atau cobaannn????huhuhuhuhuh
gimana yah ini harus pilih siapa, karena ini benar-benar diluar rencana dan prediksi saya, dan merupakan tawaran yang gak pernah ada diotak saya dengan diya yang jadi dosen pembimbing saya nantinya...
saya bingung haru memilih yang mana???!??? apakah PAK.BAKRIE atau salah satu Pegawai BPPT atau Pak Broer tadi?????????

saya harus memutuskan secepatnya siapa yang akan membimbing saya 4 bulan kedepan,,,
saya harus bisa berpikir jernih untuk dapet jawaban itu semua,,,
saya butuh tempat share tentang skripsi saya dan dosen-dosen itu,,,,

ya allah kasih lah saya yang terbaik dan tunjukkan lah secepatnya,,
agar keputusan itu bisa saya dapatkan,,amienn,,,,,,


NB: Pak.broer itu dosen web programing,,yang cukup menyebalkan dikalangan mahasiswa fakultas saya,,yang kesemena-menaan diya dan tugasnya yang amit-amit,,yah meski saya dulu pernah jadi ASDOS nya sihh,,,apa diya masih inget sama saya yah??makanya diya nawarin jadi pembimbinggggggg,,,huffff Lanjut bacanya yuk!!!...

MUAK

MUAKKKKKKKKKKKKKKKKK

SEBELLLLLLLLLLLLLLLLL,,KENAPA HARUS ILWIS,,,,,,,???!!??!!???!

KENAPA GAK ADA YANG BISA NGAJARIN GW,,,,,???!!??

KAPAN SELESE NYAAAAAAAA YA ALLAH,,,,,,,,????!!!!!!!!?????



rasanya pengen nangis yang sekenceng-kencengnyaaaaaaaaaa,,,,berdiri dilantai gedung paling atasssssss,,
teriak sepuas-puasnya,,,ngatain diri sendiri,,ngatain orang lain,,,dan semua yang bikin saya muakkkkkkkk,,,,,


hikssssss,,hiksssssss Lanjut bacanya yuk!!!...

Sunday, March 28, 2010

allah yang memulai tulisan itu

Tanggal 22 September 2008
adalah hari penting
Hari dimana sebuah cerita mulai tertulis dalam buku yang telah Allah siapkan,,,
Cerita yang akan memenuhi setiap lembarnya,hingga akhirnya nanti akan menjadi satu buah buku yang terjilid menjadi sebuah kenangan,,,
lembar perlembar pun mulai terisi,,,
dari sebuah coretan yang kusam,hingga coretan yang teratur,,,
coretan yang sejak 2008 dimulai dengan coretan " berani mengatakan "
berjalan ke 2009 dengan coretan " tak ada kabar " hingga " kecanggungan "
dan sekarang 2010.entah coretan apa yang akan mengisi lembar-lembar itu kembali,,,,,,,
apakah " kebahagiann "
    apakah " tangisan "
        apakah " kebisuannn"
              apakah " ketiadaan pernyataan "
                   atau " hanya bejalan seperti biasaa"


berharap akan ada coretan yang seperti apa yang diingkan dan menutupnya jilidan itu dengan sejuta rasa yaitu


SENYUMAN
Lanjut bacanya yuk!!!...

Wednesday, March 24, 2010

Keluarga Seperti Apa Yang Kamu Inginkan?

Monday, selepas berbincang dengan seorang mahasiswa mengenai agenda bulan Mei tentang pendidikan, di sebuah cafe tak jauh dari Simpang Mesra (Persimpangan yang cukup terkenal di kota Banda Aceh). Tinggallah diriku dengan seorang teman. Dia bukan hanya teman bagiku, namun juga seorang sahabat, bahkan lebih dari itu, telah ku anggap seperti kakak ku sendiri.

Meski tatap kami singkat, nyatanya itu moment cukup mengikat..
Sepanjang perjalanan pulang, ku teringat dia..usianya memang sudah sangat dewasa untuk membangun sebuah mahligai bernama rumah tangga.
Jelas ku tangkap hal itu dari bola matanya yang penuh harap.
Mata itu berkaca, dan aku cukup mengerti maknanya..

Senja merona di angkasa, ketika diri ini sampai dirumah.
Ku hempaskan tubuh di atas spring bed dengan mata menatap langit-langit..
Hatiku berkata, “lakukan sesuatu untuknya mina, awali lewat goresan pena”

Karenanya tulisan ini ku tulis untukmu my dear sister..
Dan juga untuk kalian berdua sahabatku..
Perjalanan kalian yang penuh liku, cukup membuat diriku was-was
Karena bagaimana pun..
Kisah kalian berawal dari keberanian diri ini menyatukan dua hati
Dua hati yang terentang jarak
Dua hati yang terhalang perbedaan usia
Dua hati yang tak biasa dalam tradisi kebiasaan setempat
Dua hati yang..achh..sobat..terlalu

sulit untuk didefinisikan
Karena cinta memang tak selamanya bisa dijelaskan
Cukup sesak juga dadaku menunggu akhir dari kisah ini..
Teruslah berjuang sobat!
Kalian sudah melangkah sejauh ini, teruslah melangkah..
Karena kebahagiaan kalian, kebahagiaanku juga..
Semoga Allah memberi solusi terbaik untuk semuanya, amin.

Sebenarnya tak layak diri ini berbicara tentang tema ini
Dan memang.. ini yang pertama kali
Namun paling tidak, kita bisa saling berbagi pandangan disini..
Dan bagi yang sudah dalam “perjalanan” bisa sedikit berbagi informasi akan gejolak samudera yang sudah diarungi..
Sehingga bisa lebih memberi gambaran yang jelas
Bagaimana seharusnya samudera ini harus dilalui
Dan seperti apa seharusnya sang nahkoda mengemudikan kapal dalam pelayaran ini..

Ku awali pembahasan ini dengan sebuah pertanyaan sederhana..
Keluarga seperti apa yang kamu inginkan kawan?
Bagiku, keluarga itu seperti rumah
Sebuah rumah tentunya terdiri dari 4 hal utama;
Pondasi, tiang, atap dan ventilasi

Mari coba kita telaah satu demi satu :
Pondasi
Sebuah rumah akan kokoh jika pondasinya kokoh.
Begitu pula sebuah keluarga, ia akan kokoh jika pondasi yang kita bangun adalah pondasi yang kuat. Sebagai muslim tentu saja pondasi kita refleksi dari rukun iman.
Iman itu seperti daratan, kau tau dataran terdiri dari berapa lapisan?

Lapisan pertama (yang paling dalam ke pusat bumi) dari daratan adalah lapisan emas.
lapisan yang paling sulit dijangkau ini adalah simbol keyakinan/keimanan orang-orang dalam dalam sebuah keluarga.

Lapisan kedua adalah perak,
lapisan ini simbol keikhlasan orang-orang di dalam sebuah keluarga.
Aku yakin, bagi yang sudah berkeluarga, tentu paham apa arti sebuah keikhlasan.

Lapisan ketiga adalah tembaga, lapisan ini merupakan simbol orang-orang yang menjaga hal-hal yang fardhu dalam sebuah keluarga. Dimana disini kita sangat tahu skala prioritas keluarga dalam kehidupan itu apa.

Lapisan keempat adalah bebatuan, lapisan ini simbol orang-orang yang menjaga hal-hal yang sunnah dalam sebuah keluarga. Disini kita cukup paham bagaimana mencairkan suasana dalam sebuah keluarga sehingga rumah kita menjadi surga dunia.

Lapisan terakhir (permukaan daratan) adalah tanah, lapisan inilah yang pertama kali kita jumpai. Ini merupakan simbol orang-orang yang menjaga dari hal-hal yang makhruh dalam sebuah keluarga. Dimana disini, sebagaimana hukum “makhruh” (menjauhinya mendapat pahala).

Ketika kita sudah menentukan satu pilihan di antara sekian milliar penghuni semesta, sebagai patner bagi kita dalam mengarungi samudera bernama rumah tangga, maka sudah menjadi konsekwensi yang jelas, untuk kita menjaga kesetiaan janji tersebut dengan menghindari diri dari hal-hal yang mengarah pada keretakan mahligai yang kita bangun. Inilah pondasi paling esensial yang perlu dicermati oleh setiap pribadi ketika ia ingin berlabuh. Karena sejak saat itu, hidupmu telah berbeda!

Jika kita terbiasa melakukan hal-hal yang makhruh, lambat laun yang sunnah pun akan mudah kita lewatkan. Ketika kita terbiasa meninggalkan yang sunnah, maka yang wajib pun ikut terabaikan, dan ketika kita sudah tidak biasa melaksanakan kewajiban, keikhlasan kita pun akan terganggu. Ketika keikhlasan kita terganggu, dengan mudah pula keyakinan kita akan goyah. Dan itu berarti, petaka bagi mahligai rumah tangga yang kita bangun.

Karenanya mempunyai keyakinan dan visi misi yang sama serta jelas sangat penting untuk membagun sebuah keluarga. Karena keluarga adalah muara, tempat dimana kita menjadi pribadi yang sesungguhnya. Jika kepribadian kita kuat, keluarga yang akan kita bentuk juga kuat, sehingga apapun badai yang menghadang dalam pelayaran kedepan, tidak akan mengoyahkan keyakinan dan melunturkan kepercayaan penghuninya.

Aku ingin membangun sebuah istana bernama ”keluarga”. Bangunan uniq mempesona, design dalamnya luar biasa, simple & clasic. Perabotannya elegan, rapi dan apik. Cahaya penuh inspirasi terpancar dari setiap ruangan. Kamarnya berdindingkan taburan berlian, luas dan nyaman. Halamannya sejauh mata memandang, indah memukau dengan taman yang tertata, kolam renang yang jernih serta lapangan sport internasional. Bukan hanya itu, ada ruang risetnya, lengkap dengan teknologi canggih. Pustaka spetakuler pun tersedia. Setiap ruangan dilengkapi alat elektronik dengan jaringan mendunia. Penghuninya orang-orang cerdas yang selalu “menghidupkan malam” dan tidak pernah absen menginjakkan kaki di rumah Tuhan serta selalu mentadabburi alam. Para penghuninya juga tak pernah berhenti belajar dan terus mengembangkan diri, anak-anak dalam keluarga ini santun, punya kepekaan sosial yang tinggi, kreatif, menguasai minimal 4 bahasa, bercita-cita mengenggam dunia serta berani bermimpi, sehingga islam tak lagi dilecehkan dan negara islam tak lagi ditekan. Adakah yang berani menyatukan langkah membangun istana bernama ”keluarga” ini? hahaha..mimpi ku terlalu tinggi ya! Namanya juga mimpi kawan.. :D

Selanjutnya, Tiang
Setiap rumah butuh tiang sebagai penyokong dan dinding sebagai penjaga serta kamar untuk kenyamanan. Sekiranya sebuah rumah tanpa tiang, dinding dan kamar, sungguh sangat tidak nyaman. Apapun yang kita lakukan bisa dengan mudah dilihat orang. jika ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi dan dapur tanpa tiang dan sekat, semua terkesan berantakan. Begitu pula dalam sebuah keluarga, tiang ini refleksi dari rukun islam.

Dalam islam, apapun yang terjadi didalam sebuah keluarga tidak perlu diketahui oleh orang luar, masalah suami istri diselesaikan oleh suami istri itu sendiri, tanpa ikut campur siapapun, dengan begitu permasalahan akan segera selesai, karena biasanya, suami istri bila berantem dipagi hari, malamnya mesra lagi. Namun kalo orang ketiga sudah ikut campur belum tentu kondisi bisa cepat terkendali..hehe..cem sudah berpengalaman aja.. :D

Atap
Setiap rumah butuh atap sebagai pelindung. Begitu juga halnya dalam sebuah keluarga, kita butuh sifat ”ihsan”, merasa diawasi oleh Allah, dengan begitu, seorang istri tidak perlu takut dan khawatir suaminya diluar rumah akan berselingkuh melalui media apapun dan dengan siapapun, dan suaminya juga tidak perlu risau istrinya tidak bisa menjaga kehormatan diri. Karena jika semua merasa diawasi oleh Allah, masing-masing akan menjaga diri dari perbuatan yang tidak pantas sehingga kesetiaan dan keharmonisan keluarga tetap utuh.

Terakhir, Ventilasi
Setiap rumah butuh ventilasi, baik jendela untuk udara masuk or pintu untuk menerima tamu. Begitu juga dalam sebuah keluarga. Butuh ukhuwah, hambar sekali jika sebuah keluarga tidak ada kebersamaan dan kekompakan di dalamnya, perlu refreshing seminggu sekali atau mengunjungi orang tua dan sanak saudara diakhir pekan.
Dan kegiatan ukhuwah lainya yang bisa memperkuat keutuhan keluarga besar makin erat.

Itu sekilas potret keluarga menurutku kawan..
Ada kisah menarik untuk kita simak dari kehidupannya pangeran Charles dan putri Diana.
Aku yakin semua kita cukup kenal kedua orang ini.
“Pasangan yang ideal”, begitulah kata banyak orang di dunia, kenapa? Mereka sama-sama dari keluarga terpandang, memiliki fisik yang menawan/rupawan, punya banyak kekayaan. Namun apa yang terjadi dengan pernikahan mereka? Perceraian.. Apa yang mereka tak miliki kawan? Jika kita berfikir, kita akan bahagia jika punya banyak harta, or memiliki pasangan yang tampan/cantik serta berpengaruh dimata publik, ternyata itu bukanlah sebuah jaminan!

Namun bukan itu yang menjadi titik tekan ku, seorang wartawan bertanya pada sang pangeran, “Kenapa anda lebih memilih Camilla? Dia hanya perempuan biasa, apa yang kurang dari seorang Lady Diana?” Tahu sang pangeran menjawab apa? “saya lebih bisa bicara dengan Camilla”, jawaban singkat yang sangat menarik!

“Bicara”, enam huruf ini ternyata mempunyai kekuatan yang luar biasa! “Komunikasi”, menentukan arah pelayaran kawan, apakah kapal kita akan sampai ke pulau impian atau justru karam ditengah lautan.

Dalam bukunya “Life Excellent”, Reza M. Sayrief mengatakan, “ketika anda masih single, maka hal yang terpenting pertama kali yang harus anda pikirkan dan lakukan, adalah bukan mempertanyakan siapakah orang yang pantas menjadi calon istri saya? Siapakah yang cocok menjadi calon suami saya? Saya pikir itu bukan yang utama. Namun yang utama yang harus anda pikirkan pertama kali adalah model dan gaya rumah tangga macam apa yang anda ingin bentuk di dalam kehidupan anda. Saya katakan sekali lagi, yang terpenting bukan siapa yang akan menjadi calon anda, siapa yang akan menjadi calon suami dan calon istri anda. Namun yang harus anda pikirkan pertama kali adalah model dan gaya rumah tangga macam apa yang anda akan bentuk.”

Ketika kita mengemudikan sebuah kapal, kita naik kapal. Tentu saja kapal ini akan berlabuh ke sebuah pulau. Dalam perjalanan kita perlu seorang patner. Tentunya kita dengan patner harus mempunyai tujuan pulau yang sama, betul? Namun bagaimana jika pulau tujuan kita dan patner kita itu berbeda? Kita menginginkan pulau yang satu sedangkan patner kita ingin pulau yang lain, padahal kapal cuma satu. Cuma ada dua pilihan. Jika masing-masing kita mempertahankan keinginan, maka yang terjadi kapal itu pecah menjadi dua. Pilihan kedua adalah salah satu dari kita mengalah untuk mengikuti satu pulau yang diinginkan bersama.

Menyatukan keinginan itu akan mudah jika niat kita benar. Itulah sebabnya kenapa dalam islam, ada hadits berbunyi “sesungguhnya setiap amal seseorang bergantung pada niatnya, dan setiap orang akan dimintai pertanggungjawaban berdasarkan niat di dalam hatinya.”

Ada dua makna tersembunyi dari hadits ini.
pertama, prinsip, dimana segala sesuatu harus dimulai dengan niat.
Kedua, walaupun niat itu di awal, namun sebenarnya isi dari niat itu sendiri mengambarkan sebuah tujuan, dan biasanya tujuan ada dibagian akhir.
Kelihatannya kontradiktif, bertentangan satu sama lain. Di satu sisi kita disuruh untuk berniat di awal perbuatan, di sisi yang lain isi dari niat itu merupakan tujuan yang ada di akhir. Bagaimana kita memadukan dua prinsip ini?

Starting with the end. Satu hal yang aneh mungkin, biasanya starting from begining, mengapa the end? Akhir itu adalah harapan, harapan yang menjadi impian kita semua, yaitu “dream island”, untuk sampai kesana, sedari awal, kita harus merumuskan model dan gaya rumah tangga macam apa yang hendak dibangun, baru kemudian memilih siapa yang akan menjadi patnernya.

Dari sebuah survey yang terbatas,
Ternyata di masyarakat kita, ada lima macam model rumah tangga :
Yang pertama, model rumah tangga gaya hotel. Tahu hotel? Hotel adalah tempat transit, dia bukan tempat tinggal untuk menetap dalam jangka waktu yang lama. Kalau ada sebuah rumah tangga, dimana sang suami pulang kerumah hanya untuk menumpang tidur, makan, maka itu sudah bisa disebut sebagai kategori model rumah tangga gaya hotel. Yang sering disebut 3 UR : dapur, kasur, sumur. Atau 3K : kamar tidur, kamar mandi, dan kamar makan. Seperti inikah model keluarga anda sekarang? Be careful!

Yang kedua, model rumah tangga gaya hospital ‘rumah sakit’. Ada apa dirumah sakit? Di dalam sebuah rumah sakit, ada yang namanya pasien dan ada yang namanya dokter. Si pasien berkata kepada dokter, ‘Dok, saya sudah berobat kemana-mana & tidak sembuh juga. Ketika saya bertemu dengan anda, saya bisa sembuh.” Wah dokter itu dengan arongan dan sombongnya mengatakan, “Beruntung anda bisa berobat dengan saya. Kalau tidak ada saya, kamu tidak akan bisa sembuh.” Itu kata sang dokter. Sebaliknya sang pasien juga mengatakan, “kalau saya tidak berobat dengan anda, anda tidak akan dapat duit.” Apa maksudya? Model rumah tangga gaya hospital adalah model rumah tangga yang didasarkan pada politik balas jasa. Ironis bener jika rumah tangga begini yang akan kita bangun..

Yang ketiga, model rumah tangga gaya pasar. Di pasar ada pembeli dan penjual. Si pembeli ingin membeli barang semurah mungkin, sebaliknya si penjual ingin menjual barang semahal mungkin. Si pembeli berkata, “Pokoknya harganya sekian.” Si penjual juga berkata, “Pokoknya harganya sekian.” Dua-duanya pakai kata “pokok”. Susah. Tidak ada koma, masing-masing menggunakan titik. Harus ada bargaining power, harus ada satu tawar menawar yang mestinya dalam sebuah rumah tangga. Harus ada kompromi.

Yang keempat, model rumah tangga gaya Grave, ‘kuburan’. Tau bagaimana suasana kuburan? Suasana yang khas dari kuburan tak lain sunyi, senyap, tenang dan tidak ada suara. Itulah rumah tangga gaya kuburan. Suami istri sudah hidup puluhan tahun, namun tidak pernah berkomunikasi. No communication, no words. Sehingga, wajarlah kalau anak-anak mengalami kesulitan berbicara atau gagap serta kesulitan mengutarakan pendapat, karena tidak mendapatkan kosa kata sedikitpun dari orang tuanya. Ini bukan mengada-ngada teman, ada kisah nyata model yang begini..

Nah..sekarang tinggal pilih, model yang bagaimana yang kita mau? Bagi yang sudah berkeluarga, adakah salah satu model di atas termasuk model rumah tangga yang anda sudah bangun selama ini? Jujurlah pada diri sendiri. Ini saatnya kita kontemplasi, mengajak diri introspeksi untuk kemudian evaluasi. It’s better late than never.

Tenang kawan.. Masih ada dua model lagi.
Yang kelima, adalah model rumah tangga gaya School, ‘sekolah’. Model rumah tangga ini ditandai dengan 3A. A yang pertama adalah Asah, A yang kedua adalah Asih, A yang ketiga adalah Asuh. Kalau mau model yang begini, maka kita komit dan betekad dengan calon pasangan/pasangan hidup kita untuk saling mengasah, mengasih dan mengasuh. Saling itu artinya ada komunikasi dua arah. Jadi tidak ada cerita kalau anak itu hanya urusan istri, sedangkan cari uang hanya urusan suami. Namun kedua belah pihak saling berbagi. Sharing knowledge, sharing experiences. Semakin bertambah tahun pernikahan, semakin bertambah pula wawasan. Karena setiap apa yang terjadi dalam rumah tangga adalah proses pembelajaran tanpa henti.

Yang keenam, model rumah tangga gaya mesjid. Masjid adalah sebuah gambaran rumah tangga asmara (as sakinah mawaddah wa rahmah) yang menjadi dambaan dan harapan setiap keluarga, termasuk saya dan anda tentunya. Bagaimana ciri-cirinya :
1. Ketulusan, sincerity, dibangun atas dasar ketulusan. Shalat tidak sah kalau tidak dibangun dengan wudhu. Kita wudhu bersama, membasuh muka, tangan, kepala, telinga kita, telapak kaki kita serta berkumur-kumur dengan tujuan kebersihan hati. Rumah tangga mesjid adalah rumah tangga yang dibangun dengan ketulusan jiwa.
2. Ada iman dan ada makmum. Alangkah indahnya sebuah rumah tangga, jika imamnya adalah suami, makmumnya adalah istri dan anak-anak. Imam bergerak ruku istri pun ruku, ada kebersamaan.
3. Loyalitas. Keluarga sakinah adalah loyalitas. Kesetiaan mutlak dari istri terhadap suami, begitu pun sebaliknya.
4. Shalat di akhiri dengan salam. Assalamu’alaikum ke kanan dan ke kiri. Keselamatan, ketenangan, dan kedamain senantiasa mewarnai suasana dalam rumah tangga gaya mesjid ini, bukannya keresahan, bukannya konflik, bukan pula baku hantam.

Sudah siap menikah kawan? Model rumah tangga mana yang menjadi pilihanmu?
Hanya dua model rumah tangga yang ku rekomendasikan untuk dipilih, sekolah atau masjid.

Pernikahan mengiring kita untuk tidak lagi berdiri terpaku dalam angan-angan. Pernikahan menyadarkan kita tentang kenyataan hidup bahwa kekasih kita sesungguhnya menyimpan misteri yang harus kita singkap, memendam potensi yang harus kita kembangkan, dan terkadang memunculkan sisi-sisi tertentu yang menuntut kesabaran.

Pernikahan adalah suatu perjalanan menuju tempat yang tak dikenal, menyadari kenyataan bahwa sepasang suami istri harus berbagi, bukan saja berbagi hal-hal yang tidak kita ketahui tentang pasangan kita, melainkan juga hal-hal yang tidak kita ketahui tentang diri kita sendiri. Ada banyak kebutuhan psikologis pasangan kita yang harus kita ketahui, padahal semua itu jarang didapat di meja-meja kuliah dan mimbar-mimbar pengajian. Ada karakter yang mesti kita mengerti, yang ternyata tidak sempat terkuak/terdeteksi ketika ta’aruf dilangsungkan. Ada beberapa bahasa yang diungkapkan kekasih kita, yang tidak sempat dikatakan kecuali dengan isyarat-isyarat perilaku. Ada irama kehidupan yang sangat berbeda, yang harus dicarikan titik temunya, padahal semua itu tidak ditemukan dalam buku-buku.

Pernikahan bukanlah terminal akhir, melainkan ia menjadi awal bagi sebuah proses perubahan. Artinya, jangan kita berharap akan menemukan seseorang dengan segala sifat kesempurnaan sesuai idealitas yang kita bangun. Bahkan jika kita agak lambat mendapatkan pencerahan, proses perubahan menuju kebaikan, bisa saja dimulai setelah beberapa waktu pernikahan berjalan. Tak ada kata terlambat memang. Hanya saja, kita jangan ingin ”terima jadi,” bahwa seorang laki-laki yang ideal atau perempuan yang sempurna, datang kepada kita memenuhi segala kriteria yang kita harapkan. Namun kita harus rela dan berani untuk bersama-sama membangun pribadi yang diharapkan. Menerima tidak hanya kelebihannya, namun juga kekurangan yang pasti ada padanya, sebagaimana juga ada pada kita. Menikahlah dengan laki-laki atau perempuan yang tidak hanya bisa menjadi kekasih bagi kita, namun juga bisa menjadi seorang ayah atau ibu bagi kita.

Di akhir goresan ini, ku coba berbagi hasil diskusi ku dengan beberapa teman.
Aku mengenalnya tiga bulan sebelum ia menikah tahun lalu. Awal sekali ia menyapaku sekedar share kasus pernikahan dan mendiskusikan beberapa hal yang harus ia hadapi untuk pernikahannya. Walau terkesan agak lucu, seorang ikhwan/laki-laki mau berbagi hal yang cukup privasi padaku dalam waktu yang singkat. Namun bukan itu inti ceritanya.

Di akhir perbincangan kami, ia memberiku sebuah redaksi, redaksi yang masih ku ingat sampai hari ini. Aku pikir kalimat ini cukup pas untukmu my dear sister..
“Wahai perhiasan terindah dunia! Janganlah berputus asa dan merasa lelah menunggu datangnya sang pangeran untuk mengkhitbahmu. Namun ketauhilah..menunggu adalah waktu yang Allah berikan agar kita memiliki banyak waktu untuk memilih. Memilih seorang pemimpin yang bisa membawamu ke jannahNya.” Smile & be happay!

Dan bagi yang laki-laki, aku hanya ingin mengatakan, “Wahai pemimpin dunia! Janganlah ragu dan merasa lelah menuju jalanNya. Ketahuilah.. keputusan besar mu adalah pintu yang Allah beri untuk memiliki amalan terbesar di jagat raya. Nilaimu bukanlah dari seberapa luas kau taklukan dunia, bukan juga dari seberapa hebat gagasanmu mempengaruhi manusia. Melainkan dari seberapa mampu dirimu menaklukan diri sendiri. Itulah dasar seorang pemimpin yang sesungguhnya!

Dua tahun yang lalu, seorang ikhwan juga menyapaku via YM, padahal kami sudah sangat lama berada dalam satu milis yang sama. Sering sama-sama online, namun tidak pernah ada interaksi. Baru pada hari itu, hari dimana aku menulis di status YM ku “Berdamai dengan takdir”, ia menyapa dengan sebuah kalimat, “Skenario Allah itu indah ukhti..” Tanpa perlu ku jelaskan makna status tersebut, ia cukup tahu arahnya kemana, sehingga perbincangan antar kami mengalir begitu saja. Ku tulis status begitu, karena waktu itu aku sangat bimbang, tawaran untuk menikah di depan mata, namun tetap saja tidak ku temukan kemantapan untuk berkata “iya”, hatiku galau bukan main. Disatu sisi aku memang ingin menikah, keluarga berharap segera malah, namun disisi yang lain, hati ku berkata “tidak”.

Berikut ini kata-kata dari temanku yang cukup membuat diriku berani mendengarkan kata hati waktu itu, “ukhti..., saudariku fil iman..., Allah sangat dekat dengan orang-orang yang sabar. Kalau yang dicari hanya sekedar suami, insyaAllah mudah. Tetapi mencari sahabat sejati yang akan berjalan bersama selamanya, itu sangat sulit. Dan untuk hal-hal yang sulit jangan dilakukan sendiri. Minta tolong.... kepada yang sangat ahli, kepada yang sangat menguasai, terutama dalam bidang CINTA. Ukhti tahu siapa?”

“Allah kan..”, jawabku. Ia tersenyum, lalu melanjutkan, “Allah sangat tau siapa yang terbaik untuk kita, tetapi... Allah itu romantis. Kadang harus ada dukanya, ada pahit-pahitnya, dan nanti rasanya akan menjadi manis bila dipadukan. 1 tahun, 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, atau 20 tahun itu tidak lama, cuma sebentar.”

“iya..cuma kadang risih. Kalau ditodong-tondong terus. Dibilang terlalu memilih. Padahal kan ga”, ucapku. “Yang nikah nanti siapa? ortu? temen? Apa MR nya yang nikah?”
“ya anelah..”, jawabku.
“ya... itu kan tau, yang nikah kan ukhti mina, kalau Allah sedang mempersiapkan yang terbaik untuk ukhti, masa di interupsi. Biar saja menjadi matang dulu, pada saatnya semua jadi sangat indah”, katanya.

“Benar juga”, ucapku. Lantas aku bertanya tentang perjalanan hidupnya.
“istri ku dibilang cantik ya tidak, dibilang jelek ya wajahnya manis. Dan sifat-sifatnya, dia lebih cenderung pendiam, agak judes, "akhwat jutek", kata sang ikhwan.
“Wah mirip ane donk..”, candaku.

“Tapi ternyata sifat-sifatnya itu cuma "efek samping" dari kerinduan akan seorang sahabat. Karena teman-temannya semasa sekolah dulu sudah berjalan masing-masing arah. Dan banyak yang tidak tahu akan itu, semua orang menganggapnya biasa. Sampai-sampai kerinduannya itu berakibat ke badannya, beratnya turun sampai cuma 40kg. Tapi dia tetap sabar. Dulu, sewaktu masih umur dibawah 25 tahun, banyak yang melamar, karena waktu itu memang terlihat cantik, banyak ikhwan yang suka. Tetapi setelah itu... ya... namanya lelaki yang dilihat cuma fisik, akhirnya terkesampingkan,” ceritanya.

“ Allahu rahman, dia menyembunyikan rencana yang sangat hebat. Dalam rentang waktu itu, Allah membuat ane jadi lebih dewasa, dan terus memperbaiki setiap ketidakbaikan ane yang masih ada. Mempersiapkan semuanya sampai menjadi matang. Mempersiapkan skenario pertemuan kami. Mempersiapkan kejadian-kejadian yang selalu indah diingat”, lanjutnya.

”Ukhti, kalau segalanya diserahkan kepada Allah, ane jamin 101% seluruh hidup ukhti menjadi sangat indah”, ucapnya kemudian.

Wahai sahabatku, kisahnya hampir mirip dengan kisahmu. Usianya lebih muda dari istrinya. Sama persis seperti perbedaan usia kalian. Jika akhirnya mereka bisa bersama dan menghadapi setiap tantangan. Aku yakin kalianpun mampu. Mungkin kondisi saling “diam” sekarang ini adalah waktu yang Allah berikan untuk proses pendewasaan. Semoga goresan ini bisa memberi spirit perjuangan bagimu. Dan juga bagi diriku sendiri untuk menata masa depanku..

Jika ada cahaya dalam jiwa, maka akan ada keindahan di dalam diri
Jika ada keindahan dalam diri, akan ada kerukunan dalam keluarga
Jika ada kerukunan dalam keluarga, akan ada keteraturan dalam masyarakat
Jika ada keteraturan dalam masyarakat, kita pun akan menaiki tangga kemualiaan.

Ku awali pembahasan ini dengan sebuah pertanyaan.
Maka ku akhiri pun dengan sebuah pertanyaan sederhana..
Perjalanan seribu tahun bermula dari satu langkah.
Pertanyaannya adalah kapan langkah awal itu akan kita mulai?
Lanjut bacanya yuk!!!...

Pendalaman Makin Dalam ^^

weweweweweweeweewee,,,yeyyy,alright!!pagi ini jam 8.00 for the first time, i come again join to a class for "Pendalaman ",,hhahaha,apakah maksudnya,????  Let's see,,

okehh,okehh saya akan bercerita,pagi ini hari pertama saya join lagi dalam sebuah kelas,yah kelas PENDALAMAN kalau bahasa kerenya di angkatan saya alias "ngulang",hihiihi,,saya ikut kelas semester 6 dalam mata kuliah " keamana sistem informasi " oleh pak.zulfiandri. hmm,,sebenernya semester saya sudah sama sekali gak ada mata kuliah dan alhamdulillah sebenernya nilai saya sudah cukup. tapi kenapa saya harus ikut ini matakuliah?? yah gak lain dan gak bukan gara-gara dosen saya yang namanya NANANG itu yang bikin semuanya jadi begini. alasan pertama karena nilai semesteran kami kelas D2006 khususnya hilang semua,alhasil kita juga gak tahu berapa nilainya dan lagi pula kalaupun ada nilainya pasti C, coz ke sentimentilan tuh dosen sampai-sampai satu angkatan nilainya hampir rata C *parahh,so saya ikut ajah mengulang,karena cuma disemester ini adanya matakuliah,kalau gak sekarang kapan saya lulusnya nanti???
alasan yang kedua adalah saat saya melihat rentetan nama yang bodohnya saya saya gak liat itu kelas apa tapi yang jelas ada nama saya,dan disitu nilai saya benar-benar kosong,kemana selama ininilai tugas,form dan uts saya,,jadi buat apa saya kuliah satu semeter kemaren kalau nilai saya nihil,MENYEBALKANNNNN....

     karena alasan itu saya tidak mau lagi pendalamn dengan tuh dosen. yah semester ini ada 2 dosen yang mengajar matakuliah itu " pak nanang atau pak zul ". ya saya ambil pak zul ajalah cari aman,meski saya tau pak nanang itu teoritis banget tapi menjebak di akhir,,sialllllllllllll..wah ternyata dikelas semeter 6 2007 ini banyak juga yang ngulang dari angkatan saya.horeeee jadi gak sendirian,,hihihii.yah ada sekitar 10 orang,mereka alasannya dapat C nilainya.*huh masi mening da nilainya.

     pagi pun datanglah saya ke kampus,rada telat sihh kalau dari persepsi saya,tapi tau gak sihh,,tenyata masaoloh dahh,,kelasnya cuma baru ada 4 orang,itupun cwo semua,,parah banget. dan dosennya yang tadinya saya pikir sudah masuk ternyata diya juga terlambat..*gimana sihh??!!fiuhh. wah kelas aslinya juga parah apalagi cwe-cwenya,setengah jam pelajaran berlalu mereka pada baru datang,,haduh-haduhh,,
Matkul KSI kali ini belajar tentanh Kriptografi enkripsi dekripsi,,,hmm,saya rada lupa sihh,,tapi saya paham dan gak susah lahh *yalah orang dah pernah belajar. hhhiiiii. waahhh,,dalam hati saya berkata " awas aja nih dosen,saya baru masuk udah dikasih quizz,,huh",yah saya baru pertama kali masuk ini kelas,padahal udah 3 kali pertemuan.hehheh. dan satu jam pun sudah berlalu,diakhir-akhir kami pun disibukkan dengan soal quiz kriptografi mengacak-acak kata,,gampang sihh tapi mesti teliti,,hahhahaa


yahh begitulahh ceritanya,,smoga ajah saya dengan mengulang ini nilainya jadi bener,awas ajahh kalau nilainya gak bersahabat lagi diakhir nanti,,saya DEMO tuh DOSEN,,hihiihi Lanjut bacanya yuk!!!...

Monday, March 22, 2010

Linglung

hufhh,,menyebalkan banget pagi ini,,gak tau kenapa jadi begini tapi yang jelas PENYAKIT akut saya kumat lagi. coba bayangin dan begini ceritanya
  jam 7 pagi saya sudah mulai bersiap-siap untuk pergi ke tempat Praktek Kerja Lapangan ( PKL ) di salah satu Departemen pemerintah,yah Neonet BPPT. saya siap-siap dengan tidak sarapan pagi dan minum air hanya dengan sepotong biskuit yang saya beli di warung seharga 1000 rupiah. saya pun harus bergegas ke sebuah warung buat mengambil titipan CD yang di titipkan oleh senior saya. haduhh betapa ruwetnya kendaraan ibu kota jakarta yang penuh dengan manusia-manusia dan ketidakterauranya. saya sudah stress membayangkan perjalanan pagi ini,dtambah lagi dengan kendaraan CIPUTAT-THAMRIN yang amit-amit cabang bayi lama nya. yalah gimana enggak bisa sampe kering bejambang nunggu bus yang lewat 2 taon sekali, masih mending kali setiap kalinya dateng kosong bisa dapet tempat duudk,ni mah boro-boro yang ada berdiri ditambah lagi yang muatan mobil itu dipaksa buat mengankut yang tidak sesuai dengan kapsitasnya. bisa dibayangin dah kayak ayam didalem yang berebut. huffhh

          akhirnya salah satu Bus P.18 yang menuju jurusan sana pun tiba dengan Penuh..okehh saya pun naik dengan sedikt keraguan saya. antara melanjutkan perjalanan atau enggak.saya pun naik itu bus,,huhh bener apa yang saya rasakan dari awal, semeraut seklai keadaan didalam bus itu, ada bapak-bapak yang badannya besar yang duduk sibuk ngelapin tas nya melulu karena ada air yang netes tepat di atas kepala dan tasnya, dan juga ibu-ibu dengan anaknya duduk disamping bapak-bapak tadi dan anak kecil itu menangis sejadi-jadinya yang bisa diem entah mungkin karena kepanasan atau ada sesuatu yang dirasakan. semakin semerautlahh,,

           saya lihat di handphone jam pun sudah menunjukkan pukul 09.00,,ya allah jalanan macet banget,sampe jam berapa saya ke BPPT kalau jam sgini ajah saya masih berada di Pondok Labu,,semakin linglung dan guncang lah saya,,saya coba fokus untuk mengambil keputusan dan merasakan tanda-tanda alam sekitar, karena apa yang saya rasakan biasanya benar kejadian. saya coba SMS teman-teman lain saya yang  PKL juga ditempat itu,,dan ternyata mereka semua tidak hadir..saya pun berpikir kalau saya lanjutkan saya akan sampe di BPPT pukul 10 atau 11 an,,duh gak enak banget nyampe sana udah siang ditambah lagi hari ini ada PELATIHAN CDAS,,ya ampunnnn,,,( *terjun dah gw)

          udah sampe pondok labu,,saya harus segera membuat keputusan dan saya pun turun lalu meneybrang untuk kembali lagi kekampus,,(*huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa),,setan jahat dan setan baik sedang bertengkar di kedua pundak saya seperti di film2. dan saya pun memikirkan penyakit saya yang terkadang suka tiba-tiba dateng ini,,penyakit yang gak bisa diprediksi dan ini bukan yang pertama kalinya saya mengalami seperti ini tadi sudah beberapa kali dan lebih akut.....saya seball sekali,,karena disamping itu saya berangkat hanya dengan membawa uang 10.000 rupiah,yah tinggal duit sleembar-lembarnya itu, jangan sampe saya kekuarangan uang buat sampe dikampus...

         saya pun sampe dikampus akhirnya dengan perasaan teramat sangat campur aduk (*persis adukan semen,,hiiiiiiiiiiiiiiiiii),,dan sepanjang jalan dengan pikiran memikirkan penyakitt saya ini..ya allahh,saya teh suka bingung ini penyakit atau apa????atau memang feelling saya tentang kejadian sesuatu................yahh pokonya rese banget deh hari ini,,sampe-sampe temen saya pun keheranan dengan sikap saya....

haduhh sya,,,,,nong-nong banget sihhhhhhhhhhhhhhhhhh,,,,,,,,,,,,,,,,,@_@ Lanjut bacanya yuk!!!...

Saturday, March 20, 2010

thanks 4 someone

 hari ini gak tau kenapa keingetan terus,,yah mungkin karena tepat 1.5 tahun lalu semuanya terjadi,,,kenekatan dan keberanian saya buat melakukan sesuatu yang gak pernah terpikir oleh teman-teman saya. yang memutuskan hari ini saya harus melakukan sesuatu meski hanya melalui media elektronik "mail",,dan sudah 1.5 tahun ini juga saya gak pernah tahu apa yang dirasakan seseorang itu " MR. Z " kepada saya. gak pernah ada kata-kata sedikit pun ataupun pembicaraan lainnya. yang ada hanya sikap yang diawali dengan ke canggungan yang berangsur-angsur menjadi cair dan biasa saja. gak pernah tahu apa yang dirasakan dan dipikirkan tentang saya. memang terlalu bodoh buat saya sampe-sampe detik ini saya terus bertahan, saya cuma berharap ada keajaiban yang akan terjadi. dan saya tidak pernah merasa marah dengan MR.Z akan sikapnya itu. tapi justru saya merasa harus berterima kasih padanya karena saya bisa banyak belajar dari kejadian dan sikap MR,Z itu,,


            belajar bagaimana saya harus bisa menata hati,,belajar bagaimana saya harus bisa bersabar, belajar bagaimana harus bersikap, belajar untuk bisa lebih dewasa,,belajar untuk memahami orang dan yang terpenting bagaimana belajar bersyukur. dan memang masih banyak yang belum dapat saya penuhi tapi setidaknya saya akan meuju ke arah sana dan saya sudah mulai tersadar secara terus menerus terhadap apa yang selalu saya kerjakan. dan biarkan saja kejadian 1.5 tahun lalu itu menjadi pelajaran penting buat saya. toh kan gak bagus juga kalau menyakiti perasaan diri sendiri. toh allah yang udah ngasih semua. toh allah maha pemilik hati yang bebas ngasih rasa sayangnya kepada siapa pun tuk dikasih lagi ke orang lain, dan saya pun memberikannya kepada si MR.Z meskipun saya sampai sekarang gak pernah tahu bagaimana dengan dia.

          tapi saya sih masih berharap suatu saat nanti Mr. Z akan mengatakan sesuatu entah itu hal yang bisa membuat saya senang atau bahkan terbalik.* maunya sihh yang baik,,hehehe, dan saya pun sebenarnya punya keinginan untuk menanyakannya langsung,tapi saya rasa saya harus mengumpulkan seluruh kekuatan super power saya seperti ultraman yg sedang bertarung dengan monster untuk berani menanyakannya langsung ke MR.Z,,(*gak tau kapan,,yalah orang Mr.z pulang 1 th sekali ).

          makasih yah Mr. Z yang selama ini sudah menjadi inspirasi saya banget untuk tidak mudah putus asa,,bersemangat,,gak gampang ngeluh,bersabar dan terus berjuang. karena saya tahu kamu "MR.z" lebih sulit berjuang di belahan bumi lain di negara lain untuk bisa ngebahagiaain keluarga kamu dan gak membuat mereka kecewa. dengan bisa melihat di FB ataupun terkadang chat *chat kayak sering di bales aja sudah cukup buat sedikit ngobatin rasa kangen meskipun terasa sesakk*asma kali lu sya,,,hehehhe.

       dan saya mesti harus melihat ke depan dan selangkah lagi saya maju untuk SKRIPSI dan kemudian menghadapi dunia yang sebenarnya dan melanjutkan cita-cita saya untuk bisa ngelanjutin S2 beasiswa ke jerman atau belanda ( *terserah allah ajahh ). fikiran saya harus saya fokuskan pada SKRIPSI SKRIPSI  dan SKRIPSIIII.... yah meski terkadang suka masih terbesit inget kamu MR.Z.

yang jelas saya benar-benar klau bisa saya telpon,,saya cuma mau bilang

MAKASIHHHHHHHHH,,,,MAKASIHHHHHHHHHHHH
,,,MAKASIHHHHHHH

WAS TO BE MY INSPIRATIONNNNNNNNN,,,

and  I MISSSSSSSSS U SO MUCH EVERYTIMEE

( Semoga Cepat kembali ke indonesia)
Lanjut bacanya yuk!!!...

Friday, March 19, 2010

Mulai Insomnia

waduhhhhhhh,,,waduhhh,,udah seminggu ini jam tidur saya parah sekali,,udah hampir seminggu ini mata ini selalu tidur pukul 3 bahkan 4.30 pagiiiiii,,,padahal mata udah keliyengan,,pala udah semeraut,,
ngerjain peta,,ngetik ini itu dan apalah yang lainnyaaaaaaaa,,,


INSOMNIA=PALA PUSING
PKL. 04.00 DINI HARI=BARU TIDUR
(+) BISA SHALAT TAHAJUD + HAJAT
Lanjut bacanya yuk!!!...