FOLLOW @ INSTAGRAM

 photo 2_zps1mahdf3p.jpg

On My glasses

Showing posts with label #kerinci #mountain. Show all posts
Showing posts with label #kerinci #mountain. Show all posts

Friday, February 7, 2014

Sumber air sudekat kalimati kaka #airmatamahameru

Akhirnya pukul 13.00 kami pun tiba di kalimati,camp terakhir sebelum menuju mahameru.batas pendakian yang diperbolehkan TNBTS. Namanya orang Indonesia,yang dilarang ya bakal dilakuin..haaha. kami pun mendirikan tenda tepat disamping gubuk shelter disamping pohon. Terasa sepi sekali kalimati dengan pendaki yang sedikit, ditambah udara dan angin kencang nya yang membuat dingin ketulang.  

Pohon besar bikin ngantuk udah gak peduli saat itu gegulingan ataupun tengkurep ditanah meluruskan kaki yang menjerit-jerit lelah dan ngantuk yang menggelayuti mata seperti ada kingkong gelantungan. “ayoo ambil air ambil air keburu sore”…rasanya pengen beli kaki,trus tuker sama mata baru,capek banget tapi pada ngambil air di sumber mani, botol-botol dan drigen udah siap. Jalan lah kami menuju sumber mani,satu-satunya sumber air, butuh waktu sekitar 1 s.d 1.5 jam sekali jalan,jadi kalo PP 2jam an. Jalurnya itu kalo kita kesana enak banyak turunan dan memang agak jauh dan sepi banget, semacam memasuki suatu daerah terpencil dengan beberapa tebing batu sekitarnya. Di sumber mani terdapat 2 pancuran mata air yang satu diatas dengan 2 selang supaya gak ngantri banget dan yang dibawah 1 agak kecil. Entah kemarin nemu sesajen disini. Sepi sepi disini Cuma kita ber 6(didin,wandha,masben,doring,nina,gue). 10 botol aqua 1.5 liter plus 2 drigen manteep bangeet..ahahha..balik ke kalimatinya yang engap-engapan nanjak karena kaki udah mau copot.

 Semakin sore hari angin pun semakin kencang di kalimati ini, sementara sejauh kepala menengadah keatas melihat keangkuhan sang mahameru didepan mata penuh dengan pasir. Seolah berkata dan menantang mereka-mereka yang hendak bertemu para pencari dewa dengan segala kekuatan fisik dan mental. Dalam hati sambil menatap nanar “ itu yang garis lurus itu jalurnya keliatan banget,hmm,,duh gimana cara naik nih ga da pohon buat pegangan begitu, merangkak oke merangkak..harus cari kayu ini berarti. Dan semoga otot jantung gak kumat. Jangan kumat dulu ya allah ga mau nyusahin orang disini,,ga boleh nyusahin ga boleh..sehat..sehat..sehat*sugesti diri sendiri*” 

Mariii maaakaaan,,akhirnya cacing-cacing kremi pun bisa anteng juga.pukul 17.00 ditemani gemelutuk nya gigi, sayur sop, sambal terong(bukan balado terong)*inisumpahenak*, bakwan jagung.. sumpah 10 tahun trauma gue gak pernah makan terong akhirnya makan terong yang disulap jadi begini..hahha..plus bakwan jagung yang super berbulan bulan yang gak pernah gue makan..hahah*norak*. Terjadi peperangan dan bidik singit terhadap bakwan jagung pun terjadi antara gw dan doring,,,hahhaa. Pendekar api unggun”rangga” pun mulai beraksi mencari kayu bakar dan menyalakan api, digosok digosok ga nyala-nyala,perang banget dengan angin kalimati yang kenceng saat itu,semua sampah udah dikumpulin berharap bisa nyala tetep juga gak nyala,senewen udah kemana-mana,akhirnya setelah hampir 0.5jam apa 1 jam si api mau nyala..hahha*getok pake nesting*. Api unggun kami pun akhirnya bisa mengumpulkan kami menghangatkan tubuh bersama mereka-mereka dari tenda tetangga.lumayan dapet abon teri pedes buat di gado..hahha..malam itu di isi dengan adu gaplek dan nyanyian suara kalimati yaitu suara angin dan binatang kecil dan briefing sejenak untuk summit malam ini, kami akan summit pukul 00.00 artinya kita harus sudah bangun jam 23.00.
Lanjut bacanya yuk!!!...

Monday, January 6, 2014

Menunduk Merasakan Kehadirannya #turungunung #kerinci

Sudah cukup rasanya 1 jam kami berada diatas pulau sumatera menikmati segalanya,menikmati segala cerita perjalanannya,menikmati segala kesyukurannya. Matahari yang semakin terik pun sudah menyapa, sekarang tinggal berdoa semoga kaki masih tetap kuat hingga sampai camp shelter 2, karena seyogyanya “PULANG DALAM KEADAAN SELAMAT” adalah yang utama. 

  bermain perosotan, yak jalur pasir berkerikil yang hampir serupa dengan semeru,turun dengan ala ala ski, berasa panjangnya turun yang gak sampe-sampe di pos 3 ditambah kaki yang udah geter kecapean,penyakit malas turun gunung pun kumat,hahhaha. Dipertengahan jalan turun pun kami bertemu dengan kak mei kalora kaocid dan bang rudi, akhirnya mereka naik juga yang kami pikir mereka tidak akan muncak,ternyata mereka menolong ka thor dulu yang terkena hypothermia sewaktu gue dan pujo berpapasan naik. #prayforkathor. Iyak metal aja celana pendek dan baju PDL doang muncak,,ahhaha,,u’re ROCK!!. Lagi-lagi edisi keong gue pun kumat, turun belakangan bareng pujo plus ngantuknya. Sampe di shelter 3 hujan pun mulai turun, syukur gak pas diatas,saatnya melewati kembali track shelter 3 menuju 2, akhirnya ini mata melihat juga gimana woouwoonya sepanjang track ini yang bikin empot-empotan, ada beberapa track yang bener-bener sempit dibadan bikin kejepit, Cuma bisa bilang “ yamasaoloh semalem begini banget lewatin ini track” *nangis*. Yang lain pun sudah sampai di camp mungkin 0.5jam lebih dahulu, dan akhirnya gue dan pujo pun sampai di tenda shelter 2.

 Cuaca cerah disini, seneng akhirnya bisa sampai juga,kebayar perjuangan semalam. Capeknya perjalanan muncak dan turun hari itu dibayar lagi dengan lautan awan dan sunset serta langit yang indah dari shelter 2 sambil memasak makan malam bersama rina yuda dan Samuel yang bantu nonton aja dari dalem tenda,,hahahha.*kepretnesting*. Dan menjelang magrib pun akhirnya kalora kaocid dan kamei pun tiba dengan selamat,senangnya akhirnya semua bisa muncak meski gak bareng-bareng dan ka thor untuk special edision pria hypo..#ekekke.. kondisi badan yang gak memungkinkan kami pun bermalam 1 malam lagi di shelter 2 ini buat mengembalikan tubuh kami. Makan malam “tempe orok sambel macan, telor dadar kebanyakan tepung versi pelitnya orang padang, sayur dan makanan sakti tenda kami PILUS akhirnya bisa disantap bareng didalam tenda bersama kaivan pujo kabudi makhluk-makhluk piranha manja malam itu. Kami pun beristirahat agar besok pagi bisa dengan cepat turun dan sampai basecamp sebelum malam tiba. Pagi 14 oktober 2013, 1 hari dimana esok akan lebaran idul adha, kami pun packing dan bersiap turun pukul 09.00 wib langit masih mau memberikan kami oleh-oleh ternyata dipagi ini. Semoga cuaca bersahabat hingga basecamp karena cukuplah ditemani hujan sepanjang jalur ketika naik. Turun dengan formasi rapet jangan terlalu jauh antara 1 dengan yang lainnya. 

Turun dengan penuh semangat,yaiyalah.sampai akhirnya selepas pos 3 kami berjalan terpisah-pisah. Pujo, dimas, yudha, kabudi yang ngebut jalan duluan, gue yang akhirnya bareng dengan Samuel yang kakinya sakit duluan menuju pos 2 Cuma butuh waktu 20menit padahal naiknya kemarin 1jam..ahhahaha,dan makin super kaki yang bisa melewati pos 2 hingga pintu rimba hanya dalam waktu 10 s.d 15 menit,,hahhaha,,mungkin efek kebelet pupnya kayak Samuel atau ada macan yang tiba-tiba datang.hahha..gue yang dari pos 2 mencoba ngejar rombongan pujo kabudi dimas dan yuda dari masih bisa dilihat sosok mereka sampe tinggal baying-bayang raincovernya aja yang bisa diliat saking cepetnya mereka jalan,teriak-teriak manggil pun gak kedengeran. alhasil sendirian nembus pos 2 hingga pintu rimba,jalan sendirian kaya gitu otak mulai pikir macam-macam lirik kanan lirik kiri dan lebih banyak liat bawah,ahahha,,1 hal diotak jangan nengok kebelakang apapun yang terjadi jalan terus aja,,*edisihororparno*, jalan dihutan sumatera didaerah yang masih ada populasi macannya emang bikin agak-agak jaga-jaga, bunyi aneh dikit kecepatan kaki makin bertambah. Sempet bingung ketika melewati batang pohon besar yang melintang,terlihat ada jalur kekiri dan kekanan..hadehh,dan ternyata rina pun mengalami hal yang sama,dia mengejar gue..hahaha,,jadilah kami kejar mengejar,mengejar pintu rimba..hahhahaha. dan akhirnya kamipun semua berkumpul lengkap dengan keadaan sehat meski sedikit cedera kaki beberapa diantara kami di sore hari yang cerah pukul 16.00. Terimakasih wahai atap sumatera 3805mdpl,terimakasih dengan segala cerita yang ada didalamnya. Berpamitan dengan pintu rimba yang tertutup oleh rimbunnya pepohonan tinggi yang menjulang menutupi kawasan, seolah membuat orang yang melihatnya ingin tahu seperti apakah engkau didalam sana. 

Kami pun kembali ke basecamp dengan penuh suka, tak lupa mampir ke si pemilik icon atap sumatera ini yaitu TUGU MACAN untuk meninggalkan jejak kami ber 15 yang berhasil mengukir sebuah cerita perjalanan yang luar biasa yang bisa menjadi pelajaran. Agak norak dan brutal emang sampe manjat-manjat ga jelas,si macan berasa kaya Leonardo de caprio atau bahkan Angelina jolly yang dikerubutin..ahhahaha..senyum merekah mewarnai sore yang indah dan sejuk, baying-bayang es the manis, fanta, new gren tea, nasi padang, bakso, gorengan semua pun teralisasi,,hahhaa. Lelah terbayar semakin lengkap saat anak-anak kecil desa kayu aro ini bersahut takbir mengitari kampong dengan obor pembawa kemenangan di desa yang saat itu gelap, sungguh suasana yang luar biasa menyambut perjalanan akhir kami. Dan kami pun pamit meninggalkan desa yang hening ini tepat pukul 21.00 bertolak ke Minangkabau dan sholat idul adha disana. 

terimakasih segalanya

  1. Allah Swt buat semua nikmatnya
  2. Orang Tua dirumah maaf udah aiubabibu
  3. spesial pake telor ceplok Ischamdi "Rangga" buat telponnya disaat ngedrop super-super itu obat banget :D, selanjutnya Harus!!! bareng ya naiknya :P
  4. Buat keluarga Tia di jambi yang udah mungut gue yang gak tau diri ini beberapa jam,hehe
  5. Buat Sidiq atas trekking polenya selama nanjak,,ahahha
  6. Buat si om ungsu yang bikin galau enggak naiknya
  7. Buat Bang Levi dan Rieke ajakan ke gunung Tujuh dan danau nya...fiuuh
  8. Buat Pujo si polisi tidur jadi partner keong bareng disana..ahaha
  9. Buat supir angkot, ibu-ibu nasi padang, tukang kue kayu aro, mba-mba di travel ayu, bang tuah and the gang yang masih nemenin gue sampai jakarta padahal kenalan begitu doang di kerinci,,hihiii
semoga kita berjumpa lagi dengan cerita yang penuh makna..amin 
Lanjut bacanya yuk!!!...

Mendadak Galau Di Pos Galau “Badai Angin” #kerinci

Sementara mereka beristirahat, gue dan pujo pun melanjutkan mengejar mereka yang sudah duluan jauh. Iyak kaki keong gue kebangetan banget waktu itu, rina sidiq oki dimas kabudi om ungsu dan yudha udah disatu tempat beristirahat sambil nunggu gue dan pujo sampai deket mereka. Ngantuknya kebangetan, berpapasan dengan si Samuel ka ivan okta yang sudah turun dari puncak,weeew kakinya cepet aja malih..sambil nanya kondisi dipuncak, katanya udah ga ada orang setelah mereka dan kabut mulai tebal diatas. Sementara yuda pun yang penduduk kerinci sana pun bilang kalau diatas kabutnya sedang tebal banget jarak pandang yang pendek. 

 Alhasil ditengah track berkerikil pasir tersebut kami ber9 pun merebahkan tubuh kami yang cukup lelah, saling berdempet melindungi satu sama lain menghangatkan menunggu kondisi puncak kerinci stabil dari kabut, tak terasa 2jam lebih kami rebahan disini dengan anginnya yang kencang pula, bersyukur ada bang tuah dan 2 temannya yang meminjamkan kami ponco coklat besarnya yang sangat berguna melindungi kami dari angin besar yang meniupkan pasir.

 Sudah terlalu lama kami berlindung disini, perdebatan melanjutkan puncak atau tidak mewarnai, om klungsu dan pujo yang tetap semangat maksa untuk bisa ke puncak karena udah sayang banget udah sampai sejauh ini harus turun dan kapan lagi, sementara yuda yang masih galau melihat terawangan cuacanya diatas,karena merasa membawa nyawa orang khawatir terjadi apa-apa diatas. Dan yang lain pun masih galau akan lanjut atau tidak karena ini berhubungan dengan nyawa, menembus badai dengan pulang selamat atau hanya tinggal nama-nama yang akan tertulis dalam barisan kata-kata dikoran. Ngeliat kata-kata sidiq yang takut kejadian slamet terulang dan ekspresi yuda yang galau bikin pasrah yaudah gw turun ajah,dan sidik pun juga, mikir-mikir terus mikir, kalau bisa dibilang kaki masih sanggup buat jalan ke atas,tapi muka galau yuda yang bikin mikir. Sementara yang lain lebih kepada ikut suara terbanyak, pujo yang udah berdiri berjalan siap berangkat, dan si om yang masih tetep ngeyakinin gue buat tetep naik.makasih om. Dan gak lama muncullah sesosok kakek tua berumur 65 dengan 2 trekking polenya dikanan kiri ada dihadapan kami tiba-tiba, dia om benny rombongan mega. 

Jadi inget “DI TITIK TERENDAHMU,KAMU TIDAK AKAN SENDIRI, ALLAH AKAN DATANG MENYAPA DAN MEMBANTU MU” 

“KEKUATAN DOA MENYELIMUTI DISETIAP LANGKAH DAN DISANALAH ALLAH BERBICARA” 

Mungkin si om benny sapaan allah saat itu, dia berani naik keatas dia semangat udah berumur seperti itu. Akhirnya kami pun berjalan kembali meski perlahan-lahan dengan angin nya yang super untuk bisa sampai di tugu yudha dulu paling gak. Gw yang dibelakang tetiba ada yang nemplok megang jaket belakang kenceng banget berasa beratnya. Nengok sedikit ternyata cewe rombongannya mega yang tetauan nemplok gak ngomong-ngomong,yaudahlah berat padahal. Akhirnya TUGU YUDHA kami sampai,,hahahabisa liat bisa tau kayak apa sih tugu yuda itu, selayaknya soe hok gie di semeru, tugu yuda ada sebuah batu gunung berukuran sedang dan ada papan tulisan tugu yuda di batu tersebut. Sementara di sebelah kiri ada prasasti nama yang bertuliskan lengkap identitas seorang yudha santika yang hilang disini hingga tidak ditemukan jasadnya sama sekali. Disini disebut juga dengan tanah datar tugu yudha,kalo kita berjalan lebih ke sisi sebelah kanan terlihat beberapa nisan disini. Ada keanehan cuaca yang dirasa, iya ketika dibawah tadi kami dengan angin yang supernya, tapi ketika sudah sampai disini betapa anginnya stabill banget, yak kami berkesimpulan ini adalah PINTU ANGIN. Tinggal beberapa menit lagi puncak atap sumatera bisa digapai, dari tugu yuda sini sebenarnya bisa lewat mana saja untuk sampai ke atas, tapi jika ditarik garis dari sini kita berjalan sedikit kearah kiri. Tepat pukul 11.00 Wib akhirnya gue dan 8 orang lainnya( om ungsu sidiq pujo rina oki dimas kabudi yuda) akhirnya kami berada di atap sumatera 3804 mdpl Indonesia, akhirnya kami selamat berada diatas sini, berpelukan dengan rina karena Cuma kita cewe berdua, masing-masing bersyukur menghela nafas beristirahat. Masih ngebayangin kejadian di pos galau tadi. Bola mata yang terus menerus memandangi apapun ciptaanNya dari atas sini. Dengan segala keridhoanNya berbicara dan menyapa menunjukkan kehadirannya bahwa ia begitu dekat dengan kami saat itu. Bukan perjalanan yang sederhana memang tapi ada kesederhanaan yang menyelimuti disetiap waktunya. Bernarsis narsis, menyantap nata decoco roti apapun bekal saat itu bersama-sama, atau bahkan duduk terdiam menikmati atap sumatera yang saat itu sedikit berkabut. Anggap saja dia bagian dari perjalanan kami yang memberikan cerita lain. 

  1. Tidak kenal Maka Tidak Di ajak “Anak Ilang” #kerinci
  2. Solo Trip 55000 Jambi #kerinci
  3. Kayu aro Bersambut Anak Ilang #kerinci
  4. Meredam Sunyi dalam Balutan Gunung  7 dan Danau Gunung Tujuh #kerinci
  5. Dipungut Juga Akhirnya Sang Anak ilang #kerinci
  6. Menapaki Atap Sumatera,hap..hap ,#1 #kerinci
  7. Menapaki Atap Sumatera,hap..hap ,#2 #kerinci
  8. Summit bertemankan Hujan dan Angin #kerinci
  9. Mendadak Galau Di Pos Galau “Badai Angin” #kerinci
  10. Menunduk Merasakan Kehadirannya #turungunung #kerinci
Lanjut bacanya yuk!!!...

Summit bertemankan Hujan dan Angin #kerinci

Sekitar pukul 01.00 terdengar teriakan dari luar “makanan nih,ayoo makan duluuu”,,aah rasanya tubuh udah gak bisa untuk bergerak, keputusan tidur rasanya lebih nikmat ketimbang harus makan,meskipun perut masih mencari-cari makanan. Udara yang dingin membuat tubuh makin lama makin menggigil meski tubuh sudah dilapis-lapis supaya hangat. Dan rasanya cepat banget kalo lagi begini tidur, tetauan sudah jam 3, yang lain sudah berkumpul dekat tenda kami sementara kami masih setengah nyawa buat bangun. Prepare sambil dibayang-bayangin track shelter 3 yang superWOOOOOW.  

Dan yang agak membuat ragu adalah hujan yang terus mengguyur serta angin kencang dini hari itu, tak sempat mengisi perut. Kami pun berkumpul bersama-sama berdoa diabwah langit yang diselimuti hujan dan angin memohon perlindungannya untuk bisa tiba diatas dengan segala niat baik kami tanpa menyombongkan apapun, karena kami tahu ada Maha pemilik yang lebih besar dari rasa sombong yang ada, yang kami tahu sekecil apapun akan terbalaskan di alam ini. Dengan formula “ pelan-pelan asal klakon dan rapet aja jalannya” kami ber 15 pun siap dengan senter dan ponco masing-masing,menembus gelapnya malam,rintiknya hujan,menusuknya dingin dan track shelter 3 yang membutuhkan waktu 3jam. Selamaat datang shelter 3, sambil terengah-engah mengatur nafas, serta mencari pijakan yang cukup stabil. Track 3 yang semakin menanjak, dengan banyaknya akar yang menjuntai serta sempitnya jalur yang hanya selebar tubuh yang sesekali menghimpit tubuh, dan terlebih lagi harus melipir pinggiran dengan berpegangan akar-akar kecil serta melangkah kan kaki cukup lebar,karena terlalu tingginya jalur bawah kalo kami harus lewati yang ada butuh tenaga super ekstra buat manjatnya. Dan gak jarang terlontar “aduh gimana lewatnya,kaki mana dulu ni,muter kemana dulu badanny, pegangin dong”,,ahhaha*perjuangan*. Yak itu jalur yang menghiasi sepanjang shelter 3. Hujan pun mulai reda tapi angin tetap besar,semakin keatas angin pun semakin kencang, dan perlahan perjalanan kami pun akhirnya mata ini sudah bisa mulai menatap langit-langit, yang artinya sudah cukup tinggi dan akan tiba di shelter 3. 

 Akhirnya hampir pukul 05.30 kami bisa tiba di shelter 3, shelter yang cukup datar dan luar yang mampu menampung banyak tenda disini hanya saja memang tidak ada tumbuhan tinggi,artinya jika ingin camp disini haruslah dengan tenda yang cukup bisa menahan kencangnya angin. Seneng rasanya satu sama lain akhinya bisa melewati shelter 3 track yang cukup menakutkan dan kebayang banget PR nya kalo harus bawa kulkas-kulkas kami yang 2 pintu…hiks..langit pagi tanggal 13 oktober pun perlahan keluar malu-malu, malu-malu menampakkan langitnya yang cerah ditengah anginnya. Sambil menikmati secercah sunrise yang akan muncul dari arah danau gunung tujuh kami pun meladeni teman kecil kami si sang cacing-cacing perut. Dari shelter 3 ini tampak danau gunung tujuh berada disisi kiri yang super cantik, dan dari sini juga bisa melihat kapal-kapal berjajar di pelabuhan serta garis pantai yang berada di sisi sebelah kanan, kota padang pun terlihat, bersyukur kemarin bisa melihat semuanya. Langit sudah makin cerah, tapi terpaksa kami harus menunggu beberapa saat dulu, karena menurut yudha di puncak badai,terlihat dari kabut tebal yang menutupi puncak. “ kita tunggu dulu agak siangan,soalnya badai diatas,biasanya kalo agak siangan udah enggak “,, kami paham karena sejak semalam pun kami kena badai, tak apalah pikir kami yang penting bisa di atas. Mulai lah kami bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan summit ini, beberapa diantaranya seperti Samuel okta dan ka ivan sudah berangkat duluan,mungkin kakinya udah gatel banyak kurap nya kali yak jadi jalan duluan,,hahhaha..sementara itu ka ocid,lora dan ka thor masih tetap dibawah karena kaki ka lora yang masih sakit efek semalam, dan sisanya kami mulai perjalanan summit. Langit sudah terang saat itu jadi tidak begitu sulit kami untuk meraba-raba jalur. Track summit ini track yang terus menanjak tidak ada landai sedikit pun, track yang didominasi oleh pasir, kerikil-kerikil kecil maupun sedang serta beberapa bebatuan tidak jauh berbeda dengan jalur summit Gunung Slamet dan Semeru. 

Dengan kemiringan nya kami pun berjalan perlahan-lahan memastikan bahwa pijakan kaki benar-benar mantap sehingga tidak terperosok. Selain itu kami pun harus menjaga keseimbangan kami dari terpaan angin, yah angin gunung kerinci terkenal dengan anginnya yang kencang,dan saat itu kami merasakan apa yang orang katakana. Menjaga keseimbangan tubuh agar tidak terhempas ke sisi kanan maupun kiri jalur yang bisa membuat tubuh terguling seperti memasuki jurang. Kalo di semeru kita tidak bisa berdiri terlalu lama karena pasir akan dengan cepat akan merosot,begitu juga dengan kerinci tidak bisa berdiri terlalu lama karena tubuh dengan cepat bergoyang tertiup angin ditambah dengan pijakan pasir kerikil. Mereka yang memiliki tubuh dua kali lipatnya dari saya pun merasa terdorong oleh angin saat itu. Sehingga tidak jarang sekali kami harus merangkak untuk menahan hempasan angin. 

 Tracking pole disaat seperti ini sangatlah membantu sekali untuk menahan, terlebih ada teman yang bisa saling membantu menahan berpegangan. Jarak shelter 3 menuju tugu yuda pun sekitar 1 jam tapi taulah ya 1 jam nya begimana itu..hahha..seperti biasa akhirnya kami pun terpecah-pecah menjadi beberapa orang, ka budi dengan dimas, rina dengan oki dan yuda, om ungsu dengan sidik dan gue dengan pujo yang paling keong ada dibelakang, serta kak mei dengan ka thor dan terlihat beberapa orang rombongan trip mega yang ada dibelakang kami. Perlu di ingat bahwa sepanjang track summit ini jarang sekali ada tempat untuk berlindung dari angin semacam batu besar, kalaupun ada itu sempit,makanya yang paling memungkinkan adalah sedikit rebahan. Sambil terus melihat ke atas kami berjalan, terlihat jelas sekali kabut tebal diatas. Karena gue yang berada paling belakang, terlihat dari kejauhan ka ocid kalora dan bang rudi yang mulai naik, sementara itu dipertengahan jalan pun gue dan pujo sempat bertemu dengan ka mei dan ka thor yang sedang istirahat, dan sempat mendengar ka mei “ ka thor masih kuat?mau minum?kalo gak kuat kita turun aja”,,,*cailah*..gue Cuma ngeliat ekspresi ka thor yang diem mau ngomong ga enak kali yak karena gak mau nyusahin. 

  1. Tidak kenal Maka Tidak Di ajak “Anak Ilang” #kerinci
  2. Solo Trip 55000 Jambi #kerinci
  3. Kayu aro Bersambut Anak Ilang #kerinci
  4. Meredam Sunyi dalam Balutan Gunung  7 dan Danau Gunung Tujuh #kerinci
  5. Dipungut Juga Akhirnya Sang Anak ilang #kerinci
  6. Menapaki Atap Sumatera,hap..hap ,#1 #kerinci
  7. Menapaki Atap Sumatera,hap..hap ,#2 #kerinci
  8. Summit bertemankan Hujan dan Angin #kerinci
  9. Mendadak Galau Di Pos Galau “Badai Angin” #kerinci
  10. Menunduk Merasakan Kehadirannya #turungunung #kerinci
Lanjut bacanya yuk!!!...

Menapaki Atap Sumatera,hap..hap ,#2 #kerinci

Langit mulai sendu entah karena hutan yang lebat atau memang tergerus langit, akhirnya semua team sudah komplit di Pos 2. 15 menit sudah kami beristirahat, perjalanan kami lanjutkan menuju Pos 3, dimana dibutuhkan waktu sekitar 1 jam. Sampai sejauh ini kondisi team dalam keadaan baik-baik saja hanya masih dengan kondisi yang sama kalora yang agak pincang-pincang tapi bisa di backup oleh ka ocid*eeaaaaa..* #keselekkedongdong. Kembali Pujo om ungsu Samuel berada di garda depan*sun go kong* seperti formasi awal. Tumbuhan ala hutan hujan tropis memenuhi mata, ada beberapa tumbuhan yang memang sekira baru gue liat serta akar-akar yang menggantung ala-ala tarsan. 

  Jalur pun sudah tidak sedatar pendakian, urat-urat kaki yang haus akan tanjakan siap-siap mendapatkan suguhan itu meskipun masih terbilang tidak terlalu nyelekit. Matahari pun akhirnya menyerah membiarkan sang langit menangis, gerimis tipis sendu mulai menyapa lama kelamaan makin kejer langitnya, JAS UJAN SAKTI cap GOCENG pun dikeluarkan melindungi badan setidaknya meskipun celana dipastikan sudah tak berbentuk. Untung saja bawa 3jas ujan jadi bisa berbagi dengan Ka mei. Kesal sebenarnya jika harus hujan karena perjalanan dipastikan akan lebih lama untuk berhati-hati. Kami pun berjalan dengan irama sedang mengingat hujan dan licin, kontur tanah yang gembur berupa tanah liat ditambah airhujan membuat kaki harus semakin kuat berpijak karena jalanan menjadi belok dan seperti lumpur. Sudah pasrah dengan pinggang kebawah. Kami tetap menembus derasnya hujan siang itu. Kalo ada yang pernah menginjakan kaki nya di Pulau sempu malang disaat hujan, yah seperti itulah trak jalur kerinci ini. Semua focus pada pijakan masing-masing, suara pun semakin lama semakin lenyap ditelan oleh gemuruh hujan yang saling bersahutan. Beberapa kali melewati tanjakan dan alangkah indahnya tanjakan disaat hujan seperti ini, jalur menjadi seperti aliran air sungai yang dari atas ke bawah dan kita melawan arusnya. 

Tanah yang super gembur sehingga harus merelakan sepatu terbenam dalam tanah hingga mata kaki. Hujan masih cukup deras, akhirnya tepat pukul 12.00 kami pun tiba di Pos 3, Pos 3 dengan terdapat sebuah bangunan atap yang cukup besar untung berlindung dari hujan mampu menampung kami saat itu sekitar 20an orang. Menunggu hujan reda, kami pun membuka bekal nasi dan telur rebus yang sudah super dingin. Sedingin apapun dalam bentuk apapun makan bersama dengan suasana seperti ini menyimpan kenikmatan dan kenangan tersendiri. Terlebih lagi jika nasi nya bisa berwarna alias nasi goreng yang gue dan kak mei dapat dari hasil salah ambil.hahahha. merasakan suasana yang mulai mencair seperti air di POS 3 ini tidak hanya team kami tapi beberapa tim lain yang ikutan sejenak menghela nafas di tempat ini, saling berbagi adalah kuncinya,berbagi untuk sebuah kenikmatan bersama. Udara yang dingin dan kondisi yang terlalu lama tidak bergerak semakin membuat lapar. Perlahan sudah mulai sedikit membaik, dan saatnya kami harus melanjutkan ke tujuan selanjutnya yaitu memasuki trak yang sesungguhnya. Shelter 1 dengan jangka waktu 2 jam dengan trak yang lebih meningkat dibandingkan sebelumnya. Setelah dimanjakan dengan trak bonus yang superlandai saatnya kami harus bekerja ekstra menapaki satu persatu langkah kaki kami dengan bonus hujan siang itu. Semakin naik keatas semakin banyak pohon-pohon yang baru dijumpai, semakin banyak akar-akar pohon besar yang bergelantungan dipenuhi oleh lumut-lumut, yang kalo diperhatikan suka bergerak sendiri*menurut rina*. Sementara kondisi tanah masih sama yaitu berlumpur dan belok, dan kondisi teman-teman pun sudah mulai terkuras tenaganya. Kali ini Pujo bertukar posisi dengan Porter yang bernama masdar yang memegang HT didepan, dan om ungsu, dimas,ivan,ka budi,Samuel,oki dan gue pun kembali jalan terlebih dahulu. sementara itu teman-teman yang lain masih dibelakang. 

Berburu waktu karena dijadwalkan jam 5 kami sudah harus bisa sampai di shelter 3 untuk camp. Gw yang berjalan dengan cowo-cowo ini Cuma bisa ngebathin” aduuh cepet banget ini”. Dan si om ungsu yang di depan gue yang lumayan berjarak “edeeh veteran ini kakinya cepet aja padahal gede…bla..blaa..blaaa” *sambil merhatiin si om dari belakang*..ahahahaha*ups.. dan masdar yang segitu kutu loncatnya pun mulai kendor dan sering banget istirahat sambil itung-itung nungguin gue. Sementara kalora rina dan kak mei jauh dibelakang, kami hanya mendengar sautan salah satu cowo dibelakang entah siapa, begitu pula dengan kami yang saling berteriak untuk memastikan jarak satu dengan yang lainnya. Begitu pula dengan pujo yang awalnya ceria*preet* semakin lama semakin menurun kondisinya, mengingat sebelum keberangkatan ini sudah 2 hari ia tidak tidur malam*jagalilin*. Selangkah demi selangkah terus dijalanin, entah kenapa saat ini keril 80 liter yang berisi logistik lengkap 1 team yang dibawanya terasa sangat berat, tidak seperti awal mendaki. Gak ada yang bisa menggantikannya karena masing-masing dari kami pun sudah membawa beban yang tidak jauh berat dari pujo, sementara masing-masing dari kami sudah cukup terpencar dengan jarak yang lumayan jauh. Dan saat itu om klungsu dan sidiq yang mecoba tetap komunikasi keadaan pujo.sementara di tengah-tengah jalan gue melihat oki duduk di batang pohon besar yang melintang sendiri, bengong dengan muka super dataaar puceeet ditegor gak nyaut dya ngedrop. 

Akhirnya entah siapa saat itu oki bareng karena gue disuruh duluan. Langit mulai membaik, hujan pun mulai menipis menepis kulit, hawa dingin dari terpaan angin yang mengoyak pun mulai gayung bersambut, entah mungkin diatas sana sedang terjadi badai,perjalanan pun semakin lengkap, namun kaki dan kondisi harus coba tetap stabil. Gue gak mau berjalan dimalam hari harus bisa cepet sampai sebelum gelap, yap itu aja yang selalu gue ulang-ulang. Akhirnya jam 14.00 gue, om klungsu,ivan,dimas,budi, Samuel, sidiq dan 3 orang dari team lainpun tiba di shelter 1,tempat yang cukup luas dan datar bisa untuk mendirikan 2 sampai 3 tenda disini tapi jarang yang melakukannya. Berteduh di rerimbunan pepohonan dari gerimis sambil menunggu teman-teman yang dibelakang yang tertinggal jauh. Udara dingin buat perut makin kejar-kejaran keroncongannya. Untung saja ada dewa tango yang bisa sedikit ngotorin mulut.hehehe. hampir 0.5 jam lebih teman-teman yang lain masih belum sampai juga hujan sudah mulai reda dan sudah makin dingin karena makin sore. Akhirnya Samuel, gw, ka ivan, ka budi, dan dimas pun jalan duluan buat nyari tempat camp yang lain. Sementara yang lain menunggu. Hujannya sudah reda, tapi anginnya malah gayung bersambut kencang dan suasana dingin sore pun makin menyapa. Perjalanan dari shelter 1 menuju shelter 2 makin menunjukkan track kerinci dan perjalanan 3 jam pun harus ditempuh itupun baru bisa sampai shelter 2 di jam 17.00 tebakan kami artinya kami harus bisa ngebut supaya jam 19.00 bisa sampai di shelter 3 camp seperti plan awal. Shelter 1 menuju 2 makin dipenuhi oleh tumbuhan perdu dan tertutup oleh pohon-pohon seperti memasuki terowongan yang terbuat dari pohon dan pepohonan awnus yang merupakan tumbuhan yang dipenuhi oleh lumut-lumut, konon katanya lumut ini bisa dipakai sebagai obat bau badan*masih dalam penelitian*. “nanjak..nanjakkk..ke puncak gunuungg cape capee sekali hi hii hii..HIH”..#kasetkusut.. Samuel, okta dan masdar sudah sprint duluan mungkin mereka kebelet pup berjamaah. Sementara gw, ka ivan,ka budi dan dimas udah kaya boyband, naek, tarik, split, dengkul ketemu lutut, nugging, rebahan,mentok sana sini. Jalurnya yang bikin mikir dulu kaki mana duluan yang mesti dilangkahin. Tenaga udah kekuras, lapar bener-bener membahana, ka ivan berkali-kali yang didepan Cuma teriak “udah deket tuh,udah keliatan ada area”,,| “iya udah keliatan*nyenengin diri sendiri*.PHP tingkat dewa 19”. 

Sementara di jarak kurang lebih 500 meter shelter*pendek tp nanjak berasa lama*, gue pun nyerah nge-hang sangat, tetiba ngeblank otak drop krisis semangat dan pengen nangis banget-banget*ngembeng*. Langsung ambil posisi dan akhirnya yang lain pun jadi ikutan istirahat. Kaya nemu harta liat handphone si sinyal KUNING disini terdeteksi, langsung meleleh semelelehnya ngobrol sama yang di ujung telpon*nutupin muka*. Terimakasih kakanya disana "rangga". Oh ya sisinyal kuning disini tumben banget bersahabat alhasil gue selalu update posisi di socmed twitter dan bikin iri orang-orang,hahhaha. Ya kali aja gitu gue kenapa-kenapa disini jadi bisa terdeteksi *amitamitgetokpalakaivan*. Jalan ber 4 tapi ditas nya ga da sama sekali yang bawa makanan berat roti kek atau wafer kek buat ganjel.TERLALUUUH..! padahal lapernya udah stadium piranha banget,alhasil Cuma bisa gerogotin ager-ager sama coklat aja*untung gw ka budi bawa banyak*. Baru jam 5 tapi udah lumayan gelap aja, pengen rasanya buru-buru ganti celana yang udah gak jelas dan terutama sepatu yang udah penuh dengan kubangan tanah liat . akhirnya,,sheeeeeeelteeeeeer 2 sampai tepat pukul 17.30 si Samuel udah menyambut kita disana, dan perdebatan pun terjadi. Perdebatan mau lanjut jalan camp di shelter 3 atau 2, debat kuat atau tidak bisa sampai di 3 dengan track yang makin susah sementara tenaga sudah habis, belum lagi temen-temen yang dibelakang yang tertinggal jauh,gimana nanti kalo sampai 3. Sedangkan kalaupun memaksakan kami yang sampai di shelter 2 ini duluan untuk camp di 3 rasanya susah karena kami bena-benar gak punya logistic sama sekali, karena logistic ada di Pujo smua dan teman-teman lain dibelakang. Dan angin disini pun sangat kencang, saat itu hanya terbayang “pasti angin diatas lebih besar banget”. 

Menengadahkan kepala melihat keatas searah tatapan tanjakan memasuki shelter 3 yang menanjak dan berbentuk seperti lorong rasanya sudah tubuh hilang dari tulang-tulang yang menempel. Dari jauh tampak gelap dan seolah berbicara” kamu kira kamu sanggup menuju sini?”. Sam yang sudah selesai dengan tendanya sambil menaruh beberapa keril untuk tempat tenda teman lainnya nanti. Sementara tinggal lahan persis dibawah tulisan shelter 2 yang tidak begitu datar yang masih kosong,karena kami malas turun kebawah. Hampir pukul 18.00 ditengah angin yang kencang, langit makin gelap dan tubuh yang menggigil seharian kehujanan, ka budi dan dimas pun mencari tempat dan sholat ashar,,ahha*yang penting niatnya*#okesip. Ka ivan yang berjuang bangun tenda ditengah angin kenceng roboh lagi roboh lagi, dan karena kami hanya mempunyai air mineral dan 1 bungkus nasi gue dari basecamp yang dimakan jadi masaklah air ditengah angin kencang sekedar menghangatkan. Pukul 18.30 gue, ka ivan, ka budi, dimas pun sudah masuk dalam tenda. Sementara teman-teman yang lain masih belum tampak sama sekali,masih terlalu jauh padahal angin kencang serta udara yang semakin dingin terus menyelimuti,sambil berdoa semoga mereka tidak apa dan masih bisa bertahan dan sampai di shelter 2 ini. Om ungsu dan sidiq pun yang awalnya bareng dengan kami masih belum sampai juga ternyata mereka berjalan sambil menjaga jarak tetap komunikasi dengan pujo yang sudah drop sejak selepas pos 3. Keril 80liternya terasa lebih berat begitu pula dengan tas kamera, sehingga tiap beberapa langkah harus istirahat. Oelh karena itu si om memastikan keberadaannya dengan sahutan. Sementara itu paling belakang ka ocid yang memegang HT bersama kalora rina kamey yudha ka thor oki masih jauh dibelakang. Dan 1 HT yang dipegang sam tidak bisa menangkap sinyal HT yang dipegang ka ocid artinya kami LOST CONTACT. 1 bungkus nasi yang gak berhasil di angetin super dingin dan teh ½ anget mengganjel perut kami. Setidaknya ada yang masuk ke perut. Bener-bener ga ada logistic sama sekali.ahhaha. sekitar pukul 19.00 terdengar suara pujo yang minta tolong deket tenda, ya dia akhirnya sampai dengan kondisi ngedrop dan kedinginan. Karena tenda kami yang terdekat dan saat itu gue ka ivan dan ka budi sudah ada di dalam tenda alhasil mau gak mau menerima pujo masuk ditenda meski udah kebayang bakal sempit banget inih tidur dengan tenda kapasitas maksa dengan penghuni tenda body-body bayi gembrot kecuali gue.

 Dan dimas pun mengalah pindah tenda bersama om ungsu. Kedatangan pujo di tenda jadi penyelamat perut juga karena dia pembawa logistic,,ahahha,, setelah berbenah diri dari badan yang kuyup, akhirnya 3bungkus indomie dan telur berhasil ngangetin perut buat ber 4, meski bawelnya om ivan yang trauma masak didalam tenda..edeeeh.. diluar masih terdengar teman-teman lain yang masih menunggu kawan lain terutama yang cewe-cewe yang berada di paling belakang yang sampai pukul segini belum juga datang. Muncullah ka ocid kedalam tenda,artinya rombongan sudah komplit semua dan cewe-cewe pun sudah berada di tenda dekat tenda yang dibangun sam. Badai angin yang di rasa di shelter 2 membuat tenda kami cukup bergetar kencang,sheer sheeer suara angin menyapa, speerti rasa capek dan pegal yang perlahan menjalar di celah-celah kaki. Nikmatnya rebahan dengan beralaskan tanah setelah seharian menapaki setiap langkah. Meskipun kontur tanah yang tidak terlalu datar tapi cukuplah buat meluruskan punggung-punggung ini, beralaskan tanah langsung ibarat nantinya setiap manusia pun akan kembali ke dalam tanah. Sleeping bag sudah digelar siap memejamkan mata beberapa jam sebelum pada akhirnya nanti pukul 03.00 kami akan summit. Obrolan-obrolan kecil pun terlontar 

 “gak kebayang yak kalo harus sampe shelter 3 malam begini,syukur udah sampe disini setidaknya”

“ ngedrop semua hujan bener-bener gila”

“ gue gak ngejar sunrise ah,yang penting sampe diatas”

“muncak gak yah besok, summit jam 6 aja sih”
  
  1. Tidak kenal Maka Tidak Di ajak “Anak Ilang” #kerinci
  2. Solo Trip 55000 Jambi #kerinci
  3. Kayu aro Bersambut Anak Ilang #kerinci
  4. Meredam Sunyi dalam Balutan Gunung  7 dan Danau Gunung Tujuh #kerinci
  5. Dipungut Juga Akhirnya Sang Anak ilang #kerinci
  6. Menapaki Atap Sumatera,hap..hap ,#1 #kerinci
  7. Menapaki Atap Sumatera,hap..hap ,#2 #kerinci
  8. Summit bertemankan Hujan dan Angin #kerinci
  9. Mendadak Galau Di Pos Galau “Badai Angin” #kerinci
  10. Menunduk Merasakan Kehadirannya #turungunung #kerinci

Lanjut bacanya yuk!!!...

Menapaki Atap Sumatera,hap..hap ,#1 #kerinci

Langit mulai sendu entah karena hutan yang lebat atau memang tergerus langit, akhirnya semua team sudah komplit di Pos 2. 15 menit sudah kami beristirahat, perjalanan kami lanjutkan menuju Pos 3, dimana dibutuhkan waktu sekitar 1 jam. Sampai sejauh ini kondisi team dalam keadaan baik-baik saja hanya masih dengan kondisi yang sama kalora yang agak pincang-pincang tapi bisa di backup oleh ka ocid*eeaaaaa..* #keselekkedongdong. Kembali Pujo om ungsu Samuel berada di garda depan*sun go kong* seperti formasi awal. Tumbuhan ala hutan hujan tropis memenuhi mata, ada beberapa tumbuhan yang memang sekira baru gue liat serta akar-akar yang menggantung ala-ala tarsan. 

  Jalur pun sudah tidak sedatar pendakian, urat-urat kaki yang haus akan tanjakan siap-siap mendapatkan suguhan itu meskipun masih terbilang tidak terlalu nyelekit. Matahari pun akhirnya menyerah membiarkan sang langit menangis, gerimis tipis sendu mulai menyapa lama kelamaan makin kejer langitnya, JAS UJAN SAKTI cap GOCENG pun dikeluarkan melindungi badan setidaknya meskipun celana dipastikan sudah tak berbentuk. Untung saja bawa 3jas ujan jadi bisa berbagi dengan Ka mei. Kesal sebenarnya jika harus hujan karena perjalanan dipastikan akan lebih lama untuk berhati-hati. Kami pun berjalan dengan irama sedang mengingat hujan dan licin, kontur tanah yang gembur berupa tanah liat ditambah airhujan membuat kaki harus semakin kuat berpijak karena jalanan menjadi belok dan seperti lumpur. Sudah pasrah dengan pinggang kebawah. Kami tetap menembus derasnya hujan siang itu. Kalo ada yang pernah menginjakan kaki nya di Pulau sempu malang disaat hujan, yah seperti itulah trak jalur kerinci ini. Semua focus pada pijakan masing-masing, suara pun semakin lama semakin lenyap ditelan oleh gemuruh hujan yang saling bersahutan. Beberapa kali melewati tanjakan dan alangkah indahnya tanjakan disaat hujan seperti ini, jalur menjadi seperti aliran air sungai yang dari atas ke bawah dan kita melawan arusnya. 

Tanah yang super gembur sehingga harus merelakan sepatu terbenam dalam tanah hingga mata kaki. Hujan masih cukup deras, akhirnya tepat pukul 12.00 kami pun tiba di Pos 3, Pos 3 dengan terdapat sebuah bangunan atap yang cukup besar untung berlindung dari hujan mampu menampung kami saat itu sekitar 20an orang. Menunggu hujan reda, kami pun membuka bekal nasi dan telur rebus yang sudah super dingin. Sedingin apapun dalam bentuk apapun makan bersama dengan suasana seperti ini menyimpan kenikmatan dan kenangan tersendiri. Terlebih lagi jika nasi nya bisa berwarna alias nasi goreng yang gue dan kak mei dapat dari hasil salah ambil.hahahha. merasakan suasana yang mulai mencair seperti air di POS 3 ini tidak hanya team kami tapi beberapa tim lain yang ikutan sejenak menghela nafas di tempat ini, saling berbagi adalah kuncinya,berbagi untuk sebuah kenikmatan bersama. Udara yang dingin dan kondisi yang terlalu lama tidak bergerak semakin membuat lapar. Perlahan sudah mulai sedikit membaik, dan saatnya kami harus melanjutkan ke tujuan selanjutnya yaitu memasuki trak yang sesungguhnya. Shelter 1 dengan jangka waktu 2 jam dengan trak yang lebih meningkat dibandingkan sebelumnya. Setelah dimanjakan dengan trak bonus yang superlandai saatnya kami harus bekerja ekstra menapaki satu persatu langkah kaki kami dengan bonus hujan siang itu. Semakin naik keatas semakin banyak pohon-pohon yang baru dijumpai, semakin banyak akar-akar pohon besar yang bergelantungan dipenuhi oleh lumut-lumut, yang kalo diperhatikan suka bergerak sendiri*menurut rina*. Sementara kondisi tanah masih sama yaitu berlumpur dan belok, dan kondisi teman-teman pun sudah mulai terkuras tenaganya. Kali ini Pujo bertukar posisi dengan Porter yang bernama masdar yang memegang HT didepan, dan om ungsu, dimas,ivan,ka budi,Samuel,oki dan gue pun kembali jalan terlebih dahulu. sementara itu teman-teman yang lain masih dibelakang. 

Berburu waktu karena dijadwalkan jam 5 kami sudah harus bisa sampai di shelter 3 untuk camp. Gw yang berjalan dengan cowo-cowo ini Cuma bisa ngebathin” aduuh cepet banget ini”. Dan si om ungsu yang di depan gue yang lumayan berjarak “edeeh veteran ini kakinya cepet aja padahal gede…bla..blaa..blaaa” *sambil merhatiin si om dari belakang*..ahahahaha*ups.. dan masdar yang segitu kutu loncatnya pun mulai kendor dan sering banget istirahat sambil itung-itung nungguin gue. Sementara kalora rina dan kak mei jauh dibelakang, kami hanya mendengar sautan salah satu cowo dibelakang entah siapa, begitu pula dengan kami yang saling berteriak untuk memastikan jarak satu dengan yang lainnya. Begitu pula dengan pujo yang awalnya ceria*preet* semakin lama semakin menurun kondisinya, mengingat sebelum keberangkatan ini sudah 2 hari ia tidak tidur malam*jagalilin*. Selangkah demi selangkah terus dijalanin, entah kenapa saat ini keril 80 liter yang berisi logistik lengkap 1 team yang dibawanya terasa sangat berat, tidak seperti awal mendaki. Gak ada yang bisa menggantikannya karena masing-masing dari kami pun sudah membawa beban yang tidak jauh berat dari pujo, sementara masing-masing dari kami sudah cukup terpencar dengan jarak yang lumayan jauh. Dan saat itu om klungsu dan sidiq yang mecoba tetap komunikasi keadaan pujo.sementara di tengah-tengah jalan gue melihat oki duduk di batang pohon besar yang melintang sendiri, bengong dengan muka super dataaar puceeet ditegor gak nyaut dya ngedrop. 

Akhirnya entah siapa saat itu oki bareng karena gue disuruh duluan. Langit mulai membaik, hujan pun mulai menipis menepis kulit, hawa dingin dari terpaan angin yang mengoyak pun mulai gayung bersambut, entah mungkin diatas sana sedang terjadi badai,perjalanan pun semakin lengkap, namun kaki dan kondisi harus coba tetap stabil. Gue gak mau berjalan dimalam hari harus bisa cepet sampai sebelum gelap, yap itu aja yang selalu gue ulang-ulang. Akhirnya jam 14.00 gue, om klungsu,ivan,dimas,budi, Samuel, sidiq dan 3 orang dari team lainpun tiba di shelter 1,tempat yang cukup luas dan datar bisa untuk mendirikan 2 sampai 3 tenda disini tapi jarang yang melakukannya. Berteduh di rerimbunan pepohonan dari gerimis sambil menunggu teman-teman yang dibelakang yang tertinggal jauh. Udara dingin buat perut makin kejar-kejaran keroncongannya. Untung saja ada dewa tango yang bisa sedikit ngotorin mulut.hehehe. hampir 0.5 jam lebih teman-teman yang lain masih belum sampai juga hujan sudah mulai reda dan sudah makin dingin karena makin sore. Akhirnya Samuel, gw, ka ivan, ka budi, dan dimas pun jalan duluan buat nyari tempat camp yang lain. Sementara yang lain menunggu. Hujannya sudah reda, tapi anginnya malah gayung bersambut kencang dan suasana dingin sore pun makin menyapa. Perjalanan dari shelter 1 menuju shelter 2 makin menunjukkan track kerinci dan perjalanan 3 jam pun harus ditempuh itupun baru bisa sampai shelter 2 di jam 17.00 tebakan kami artinya kami harus bisa ngebut supaya jam 19.00 bisa sampai di shelter 3 camp seperti plan awal. Shelter 1 menuju 2 makin dipenuhi oleh tumbuhan perdu dan tertutup oleh pohon-pohon seperti memasuki terowongan yang terbuat dari pohon dan pepohonan awnus yang merupakan tumbuhan yang dipenuhi oleh lumut-lumut, konon katanya lumut ini bisa dipakai sebagai obat bau badan*masih dalam penelitian*. “nanjak..nanjakkk..ke puncak gunuungg cape capee sekali hi hii hii..HIH”..#kasetkusut.. Samuel, okta dan masdar sudah sprint duluan mungkin mereka kebelet pup berjamaah. Sementara gw, ka ivan,ka budi dan dimas udah kaya boyband, naek, tarik, split, dengkul ketemu lutut, nugging, rebahan,mentok sana sini. Jalurnya yang bikin mikir dulu kaki mana duluan yang mesti dilangkahin. Tenaga udah kekuras, lapar bener-bener membahana, ka ivan berkali-kali yang didepan Cuma teriak “udah deket tuh,udah keliatan ada area”,,| “iya udah keliatan*nyenengin diri sendiri*.PHP tingkat dewa 19”. 

Sementara di jarak kurang lebih 500 meter shelter*pendek tp nanjak berasa lama*, gue pun nyerah nge-hang sangat, tetiba ngeblank otak drop krisis semangat dan pengen nangis banget-banget*ngembeng*. Langsung ambil posisi dan akhirnya yang lain pun jadi ikutan istirahat. Kaya nemu harta liat handphone si sinyal KUNING disini terdeteksi, langsung meleleh semelelehnya ngobrol sama yang di ujung telpon*nutupin muka*. Terimakasih kakanya disana "rangga". Oh ya sisinyal kuning disini tumben banget bersahabat alhasil gue selalu update posisi di socmed twitter dan bikin iri orang-orang,hahhaha. Ya kali aja gitu gue kenapa-kenapa disini jadi bisa terdeteksi *amitamitgetokpalakaivan*. Jalan ber 4 tapi ditas nya ga da sama sekali yang bawa makanan berat roti kek atau wafer kek buat ganjel.TERLALUUUH..! padahal lapernya udah stadium piranha banget,alhasil Cuma bisa gerogotin ager-ager sama coklat aja*untung gw ka budi bawa banyak*. Baru jam 5 tapi udah lumayan gelap aja, pengen rasanya buru-buru ganti celana yang udah gak jelas dan terutama sepatu yang udah penuh dengan kubangan tanah liat . akhirnya,,sheeeeeeelteeeeeer 2 sampai tepat pukul 17.30 si Samuel udah menyambut kita disana, dan perdebatan pun terjadi. Perdebatan mau lanjut jalan camp di shelter 3 atau 2, debat kuat atau tidak bisa sampai di 3 dengan track yang makin susah sementara tenaga sudah habis, belum lagi temen-temen yang dibelakang yang tertinggal jauh,gimana nanti kalo sampai 3. Sedangkan kalaupun memaksakan kami yang sampai di shelter 2 ini duluan untuk camp di 3 rasanya susah karena kami bena-benar gak punya logistic sama sekali, karena logistic ada di Pujo smua dan teman-teman lain dibelakang. Dan angin disini pun sangat kencang, saat itu hanya terbayang “pasti angin diatas lebih besar banget”. 

Menengadahkan kepala melihat keatas searah tatapan tanjakan memasuki shelter 3 yang menanjak dan berbentuk seperti lorong rasanya sudah tubuh hilang dari tulang-tulang yang menempel. Dari jauh tampak gelap dan seolah berbicara” kamu kira kamu sanggup menuju sini?”. Sam yang sudah selesai dengan tendanya sambil menaruh beberapa keril untuk tempat tenda teman lainnya nanti. Sementara tinggal lahan persis dibawah tulisan shelter 2 yang tidak begitu datar yang masih kosong,karena kami malas turun kebawah. Hampir pukul 18.00 ditengah angin yang kencang, langit makin gelap dan tubuh yang menggigil seharian kehujanan, ka budi dan dimas pun mencari tempat dan sholat ashar,,ahha*yang penting niatnya*#okesip. Ka ivan yang berjuang bangun tenda ditengah angin kenceng roboh lagi roboh lagi, dan karena kami hanya mempunyai air mineral dan 1 bungkus nasi gue dari basecamp yang dimakan jadi masaklah air ditengah angin kencang sekedar menghangatkan. Pukul 18.30 gue, ka ivan, ka budi, dimas pun sudah masuk dalam tenda. Sementara teman-teman yang lain masih belum tampak sama sekali,masih terlalu jauh padahal angin kencang serta udara yang semakin dingin terus menyelimuti,sambil berdoa semoga mereka tidak apa dan masih bisa bertahan dan sampai di shelter 2 ini. Om ungsu dan sidiq pun yang awalnya bareng dengan kami masih belum sampai juga ternyata mereka berjalan sambil menjaga jarak tetap komunikasi dengan pujo yang sudah drop sejak selepas pos 3. Keril 80liternya terasa lebih berat begitu pula dengan tas kamera, sehingga tiap beberapa langkah harus istirahat. Oelh karena itu si om memastikan keberadaannya dengan sahutan. Sementara itu paling belakang ka ocid yang memegang HT bersama kalora rina kamey yudha ka thor oki masih jauh dibelakang. Dan 1 HT yang dipegang sam tidak bisa menangkap sinyal HT yang dipegang ka ocid artinya kami LOST CONTACT. 1 bungkus nasi yang gak berhasil di angetin super dingin dan teh ½ anget mengganjel perut kami. Setidaknya ada yang masuk ke perut. Bener-bener ga ada logistic sama sekali.ahhaha. sekitar pukul 19.00 terdengar suara pujo yang minta tolong deket tenda, ya dia akhirnya sampai dengan kondisi ngedrop dan kedinginan. Karena tenda kami yang terdekat dan saat itu gue ka ivan dan ka budi sudah ada di dalam tenda alhasil mau gak mau menerima pujo masuk ditenda meski udah kebayang bakal sempit banget inih tidur dengan tenda kapasitas maksa dengan penghuni tenda body-body bayi gembrot kecuali gue.

 Dan dimas pun mengalah pindah tenda bersama om ungsu. Kedatangan pujo di tenda jadi penyelamat perut juga karena dia pembawa logistic,,ahahha,, setelah berbenah diri dari badan yang kuyup, akhirnya 3bungkus indomie dan telur berhasil ngangetin perut buat ber 4, meski bawelnya om ivan yang trauma masak didalam tenda..edeeeh.. diluar masih terdengar teman-teman lain yang masih menunggu kawan lain terutama yang cewe-cewe yang berada di paling belakang yang sampai pukul segini belum juga datang. Muncullah ka ocid kedalam tenda,artinya rombongan sudah komplit semua dan cewe-cewe pun sudah berada di tenda dekat tenda yang dibangun sam. Badai angin yang di rasa di shelter 2 membuat tenda kami cukup bergetar kencang,sheer sheeer suara angin menyapa, speerti rasa capek dan pegal yang perlahan menjalar di celah-celah kaki. Nikmatnya rebahan dengan beralaskan tanah setelah seharian menapaki setiap langkah. Meskipun kontur tanah yang tidak terlalu datar tapi cukuplah buat meluruskan punggung-punggung ini, beralaskan tanah langsung ibarat nantinya setiap manusia pun akan kembali ke dalam tanah. Sleeping bag sudah digelar siap memejamkan mata beberapa jam sebelum pada akhirnya nanti pukul 03.00 kami akan summit. Obrolan-obrolan kecil pun terlontar 

 “gak kebayang yak kalo harus sampe shelter 3 malam begini,syukur udah sampe disini setidaknya”

“ ngedrop semua hujan bener-bener gila”

“ gue gak ngejar sunrise ah,yang penting sampe diatas”

“muncak gak yah besok, summit jam 6 aja sih”
  
  1. Tidak kenal Maka Tidak Di ajak “Anak Ilang” #kerinci
  2. Solo Trip 55000 Jambi #kerinci
  3. Kayu aro Bersambut Anak Ilang #kerinci
  4. Meredam Sunyi dalam Balutan Gunung  7 dan Danau Gunung Tujuh #kerinci
  5. Dipungut Juga Akhirnya Sang Anak ilang #kerinci
  6. Menapaki Atap Sumatera,hap..hap ,#1 #kerinci
  7. Menapaki Atap Sumatera,hap..hap ,#2 #kerinci
  8. Summit bertemankan Hujan dan Angin #kerinci
  9. Mendadak Galau Di Pos Galau “Badai Angin” #kerinci
  10. Menunduk Merasakan Kehadirannya #turungunung #kerinci

Lanjut bacanya yuk!!!...

Dipungut Juga Akhirnya Sang Anak ilang #kerinci

BASECAMP JOHAN, 11 OKTOBER 2013 

Heningnya basecamp johan sehening rasa dinginnya kerinci dengan penerangan yang cukup sendu. Tampak beberapa pria yang baru saja masuk dalam pandangan malam itu yang baru saja gue liat, senda gurau ala anak gunung kerinci yang terjadi saat itu. Okta yang sudah memejamkan mata entah sejak kapan sementara gue sendiri sibuk beresin barang-barang buat besok..di ruang cukup gelap seterang pencahayaan lampu petromak dengan ukuran kamar yang tidak seberapa namun mampu menampung 4 orang didalam sini.seraya menunggu teman-teman yang masih dalam perjalanan dari padang tubuh sedikit meminta hak nya, Penantian panjang akan mulai dari sini tapi apa daya tubuh Cuma bisa guling kanan guling kiri persis lontong yang mau dibungkus. 

 Ditengah tubuh yang seperti lontong,berlari lari pikiran liar dikepala, lama banget yah datengnya avatar masing-masing dari mereka seolah berbicara “gue kaya begini dong”..avatar yang antah berantah ada yang bisa diterawang bahkan sama sekali tidak tercium aroma keberadaannya (red: ga ada mukanya ) dan Team Perjalanan jejak kerinci kali ini batangan semua 11 orang dengan bidadari-bidadarinya 4 orang dan merekaaa ituuu jreeengg… 
  1. Ba Goos Rosyid a.k.a bang ocid sang teeh eeess Ini dia teeh eess kita, awalnya gw bingung teeh eess??ees teeh gitu namanya?hahhaa,,ternyata TS..Preetlah..panggilan imutnya ocid dengan tipe avatar watsapnya pak haji tahun 80an yang standby bediri terus itu di depan masjid..ahaha..wiih pak haji nih the es gue, dengan gaya japrinya yang ngambang,tetiba nongol ngejapri ini itu terus menghilang begitu aja…buseet udah nih orang begini banget modelnya,kaku banget yak,,ahhah,,yatapi diem-diem membunuh ternyata gaya anak TKnya maen ayunan,,ahahha,,dengan tagline “ cid lu mah kalo ketawa ngeselin mending mingkem aja deh “,,ahahhahahha 
  2. Samuel Zulkifly a.k.a Sam sam, ini satu-satu nya pria yang berada di grup diantara pria-pria yang pake resmi banget pake “saya kamu”,,ahaha,mungkin dari kecil dia nyemilnya kamus bahasa Indonesia jadi EYD sekali…suaranya lembut aja kalo ditelpon,gue berpikiran waktu tersesat gagal kopdar kemarin itu bahwa orang ini adalah om-om metrosexsual..hahah. ternyata woow seumuran sama gue, gak Cuma itu tatapannya bikin wanita bercucuran meleleh,tatapan romantic *colok matanya* nyerempet-nyerempet Nicholas saputra tapi sayangnya kalah masa sama Tugu macam yang 2 meter alias takut ketinggian,,langsung ngeblur deh gantengnya..ahhaha, gue gak ngerti itu dengkul dari apa dia sprint cepet banget..hadeeeh 
  3. Om Klungsu a.k.a Om ungsu Orang yang satu ini orang yang tidak menerima tawaran iklan shampoo apalagi minyak rambut,,hahah..orang yang paling keliatan rambutnya pokoknya paling mentereng deh di avatar watsapnya dengan gaya ½ badan ala katepeh dan panggilannya om so “ooh udah om om nih udah punya anak,veterannya ditim ini”, cari aja yang paling muda yang gayanya kaya raja minyak,minyak rambut mungkin *sungkem* , dia soulmate nya pujo,mungkin reinkarnasi mereka yang dulu hidup bersama sebagai sepasang kekasih,,hahahha,,bapak nya anak-anak panti kerinci ini, ada aja ceng-cengannya yang bikin perut mules,,dan lo harus berpikir keras nuker kepala buat balikin ceng-cengannya,,hahhaaha,,apalagi seru kalo udah beradu ceng-cengan. Punya anak 3 cewe semua dan siap diterkam oleh para-para lelaki galau kerinci..hahah. semi cenayang angin-anginan*artiinsendiri* terbukti gorilla bisa diliat.hahhaha.dan sampai gue bikin tulisan ini gw ga pernah tau nama asli ini om om..ahhaha
  4. Pujo Prasetyo a.ka. Jo Orang yang ngakunya newbie,,newbie preet,,termasuk agak terdzalimi karena sering di ceng-cengin,,awalnya Cuma bisa ngelus dada “dada gorilla”..tragis banget nih orang dicengin mulu,,hahah*piss*,,teman soulmatenya om ungsu..haha,,satu-satunya orang yang ngejapri gue nanya FB, yang gue pikir dya adalah TS nya,,hahahah..cowo paling nyentrik kulitnya pokoknya,dan masih agak bersaudara dengan om Gorila terbukti di kerinci,Cuma bedanya kalo kata dya “ yang penting gue MANIS,bukan Ganteng” #toyorpalapujo..wahahha..salah satu teman setenda gue yang berhasil melemparkan tembakan granat telur busuknya’kentut’ dipagi yang cerah gue menjadi pagi yang tragiss setelah sarapan..T_T. mukanya Polisi hati twetty,kolokaaaan abiss..hahaha 
  5. Jnoviansyah a.ka. Ivan Cowo paling kereen,ganteng efek obat gantengnya’kacamata item’. Ariel peterporno pun lewat. Pria favourite hotpans,keseksiannya dibalik sleeping bag terbukti dengan celana hotpansnya..hahha*aseli seksi abis maaf ya allah*..jadilah dia Kaka Hotpans..Salah satu orang yang gue kenal lewat twitter dari sekian banyak orang. Orang paling ribet kalau makan pilih pilih makan dan agak ribet sama kotor,repot deh lo kak vitamin Z udah yang paling keren ituh digunung..hadeeh..kegantengannya mungkin efek Finalis ABNON SAPI*coret N yang tengah*..dan tukang ngorok terdahsyaat.
  6. Budi Harsana Kalo yang satu ini rajanya makan banyak yang gak kenal tempat meskipun dalam keadaan darurat, geragas banget body nya yang besar bikin apapun dia makan itu kesan pertama dalam tenda, nasi entah bentuk rupanya kayak apa dicampur-campur di makan saking lapernya,,hahah.TOOP MAMEN!!..geratakan cari makanan dan dia adalah salah satu penimbun Coklat..ahhaha..kalo ini gue menyangkanya lebih om-om habis diem aja ka budi dan big body..hahha*ampun kaka*. Tapi dya punya gaya chibi yang paling pool..ahakhakha
  7. Dimas Saputra a.k.a Dimas Dimas harusnya teman setenda gue, Cuma dia terusir dengan sempurna katakana SEMPUURNA oleh pujo yang drop. Semoga amal ibadahnya diterima disisi Tuhan.amin*eh,,awalnya gue pikir dia ‘model pak ustadnya’ nih,,eyaternyata sama ajah sama yang lain.haha, membantu sekali menjadi leader dari Shelter 2-3 buat kaki gue yang super malas kalo manjat,,ahah,,makasih dimas.
  8. Sidig Murdiato a.k.a sidiq Pria cicilan rumah 8 tahun..hahahha. paling lengkap alat tempur nanjaknya menurut gue, makasih yak tracking pole nya yang bawa siapa malah yang pakai gue,mana baru itu kayaknya.ahhaha*sodorin permen*, teman narutonya si om ungsu. Berhasil banget bikin galau dan ciut gue tampangnya disaat summit.hahah,,mungkin dia ingat dengan cicilan rumahnya..haha. sumpah poto bibirnya kayak corong minyak bikin semua makhluk pingsan. 
  9. Oki Saputra pengidola gigi gingsul*eh salah drakula deng* sayang dibuang sayang masih bertepuk sebelah tangan,,hahahh. Pertama kali interaksi sama oki, saat dia drop level 15nya Bon Cabe di pohon besar dengan muka nya aselik maaf nih ki ya oon banget plongoo abis plus bengong gak jelas,sumpah mau ngakak sebenernya waktu itu,,ahahha. Pria pengidola gigi gingsul yang penuh ceng-cengan bertepuk sebelah tangan bikin ngakak..kata-kata di twitternya “ semakin meningkatnya kegantengan gue semakin oon”..hahha 
  10. Thorik a.k.a ka Thor Ini yang katanya salah satu ‘dewa’ nya gunung dari percakapan grup. Setelah ketemu yamasyaolloh pendiem banget, batu aja kalah diemnya kali ini mah.hahah..keril paling berat kayaknya itu kemarin 100ltr. Paling metal summit pakai celana pendek dan baju lapangan doang,dewa banget kan sampe kena hypo*eh*.hahahha.. mungkin dia harus di Rebonding dulu rambutnya biar bersuara..ahhaha 
  11. Lora Purnamasari a.k.a Lora Tempat gue nanya-nanya detail tentang perjalanan ini,secara ka ocid kaya angin ngilang-ngilang dan lama bener jawabnya kalo di japri. Kecil-kecil cabe bawang rawit banget, awalnya gue pikir sebesar gue eh ternyata MILO”Mini Lora”,,ahahha,,suaranya menggelegar banget udah kaya ibu-ibu panti, dan UKA UKA banget sekarang kalo jalan bareng dia..ahahh, dan buat gue adalah aselik POLOS banget yang namanya lora ini,banyak banget istilah menurut gue udah sering didenger tapi dia gak ngerti.hahhahahah
  12. Rina Susilawati a.k.a RIna Ini dia gingsulnya yang jadi cem-ceman si oki..hahah*uhuk*,demen banget sama macan mungkin kemarin saatnya dia bereinkarnasi tapi sayang maung ga ketemu,,ahaha,,mukanya sih pendiem pas awal ketemu. Yaa ternyata petasan mercon aja kalah sama dia.hahha..aselik berisik banget.hahah, adrenalinnya agak somplak dikit bahkan otaknya agak gesrek menurut gue dia, orang lagi bingung jiper dya cengengesan kesenengan..ahhah..urusan jajan makan makanan pinggir jalan ternyata sehati..ahhaha
  13. Mei Pando a.k.a Ka mei Dia wanita paling tua diantara kita*eh*, salah satu cwe gombalitan dan bawelnya agak terarah dibanding si rina.haha..sumpah ka mei ya gue ngantuk banget yatapi tetep aja cerita ngalor-ngidul padahal mau tidur katanya.hikshiks.
 Bang levi ke kamar ditengah mata yang hendak melanjutkan ke pulau kapuk.
.”sya temennya udah pada datang”.
 Keluar kamar serasa hajatan tamu-tamu pada datang. Masih ngumpulin nyawa sambil bengong rame banget cowo-cowo,seketika basecamp pecah dalam kesunyian. Satu hal di otak pertama kali ngeliat “ aduh maak kerilnya,,keriilnyaa itu gede-gede bangeet sereem ajaa “..hahhah, menatap nanar tak berbinar tersihir oleh keril yang menjulang, entah apa isinya didalam yang jelas membuat otak ini skip beberapa saat melihatnya.haha. bak seekor anak itik yang datang dari sudut lain menghampiri kumpulan anak-anak ayam lainnya.

 Gw akhirnya mendengar suara yang gak asing yang pernah telpon gue sebelumnya. Nah ini dya nih pasti yang namanya Lora. “ooh mini ya,duh gamisan lagi,gw pikir 11 12 sama gue okemnya”,,hahah. Satu satu menghampiri mereka yang sebagian besar pria,mencoba ngubek-ngubek ingatan dalam tirai avatar WA grup,mencoba mencari orang-orang yang bernama Ivan, Ocid, Pujo,Samuel dan Om klungsu. “ooh ini yang namanya…..” #dan imajinasi mulai bermain..hahhah. dan saat menghampiri mobil pun dengan niat bantu-bantu, mentereng sesosok yang paling cling diantara yang lain..”nah ini pasti yang namanya om ungsu..wooow” #dalamhati..haha.. riuh ramai basecamp berubah menjadi barak pengungsian yang seketika penuh dengan tas-tas besar dan logistic. Bersenda gurau dan mulailah kami berkenalan, edisi permodusan pun dimulai. Sementara mata masih tersihir oleh tumpukan kulkas 2 pintu yang berjejer. 

Sudah makin malam, kami ber 4 wanita-wanita yang nan lemah*gaya* beristirahat terlebih dahulu 1 kamar yang gak cukup luas tapi bisa lah sekedar meluruskan urat-urat punggung sebelumn nantinya mereka berteriak tidak pada waktunya. Badan sih rebahan diatas singgasana yang akan menjadi hari terakhir kami tidur beralaskan kapuk hingga beberapa hari kedepan, tapi kak mei terus aja cerita abcdefg sampai zzzzzZZZZZZ…sementara mata udah akut level 15 ngantuk..kak mei ternyata**********. Sayup-sayup menembus dinding kamar saat itu pun terdengar pria-pria masih terjaga dalam dekapan sehelai tikar, tampak seperti jejeran ikan yang sedang dijemur mereka tertidur di ruang depan,entah apa terjadi adegan peluk-pelukan satu sama lain..*woow*. 

  1. Tidak kenal Maka Tidak Di ajak “Anak Ilang” #kerinci
  2. Solo Trip 55000 Jambi #kerinci
  3. Kayu aro Bersambut Anak Ilang #kerinci
  4. Meredam Sunyi dalam Balutan Gunung  7 dan Danau Gunung Tujuh #kerinci
  5. Dipungut Juga Akhirnya Sang Anak ilang #kerinci
  6. Menapaki Atap Sumatera,hap..hap ,#1 #kerinci
  7. Menapaki Atap Sumatera,hap..hap ,#2 #kerinci
  8. Summit bertemankan Hujan dan Angin #kerinci
  9. Mendadak Galau Di Pos Galau “Badai Angin” #kerinci
  10. Menunduk Merasakan Kehadirannya #turungunung #kerinci
Lanjut bacanya yuk!!!...